Xi Jinping Jalin Kerjasama dengan Kim Jong Un: Prioritaskan Stabilitas Regional 2026

Xi Jinping Jalin Kerjasama dengan Kim Jong Un: Prioritaskan Stabilitas Regional 2026
Foto: Xi Jinping Jalin Kerjasama dengan Kim Jong Un: Prioritaskan Stabilitas Regional 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

BEIJING, KOMPAS.com - Presiden China, Xi Jinping, akan mengadakan kunjungan resmi ke Korea Utara pada 8-9 Juni. Kunjungan ini menandai perjalanan pertama Xi ke Pyongyang dalam hampir tujuh tahun terakhir. Lawatan ini merupakan bagian dari upaya China untuk memperkuat pengaruh dan mempererat hubungan dengan Korea Utara.

Baca juga: Kala Mata-mata China Menyamar Jadi HRD Palsu Demi Mengorek Rahasia Negara...

Menurut laporan dari Xinhua, kantor berita resmi China, pada Jumat (5/6/2026), kunjungan ini dilakukan atas undangan langsung dari Kim Jong Un. Selama tahun 2026 ini, Pyongyang menjadi destinasi luar negeri pertama yang dikunjungi Xi. Kunjungan ini terjadi setelah Xi sempat menjamu Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Rebut pengaruh

Pemerintah China tampak berusaha menghidupkan kembali hubungan dengan Korea Utara setelah sempat membeku akibat pandemi Covid-19. Hubungan Kim Jong Un dengan Moskwa semakin erat, termasuk dengan mengirimkan pasukan dan senjata untuk mendukung invasi Rusia ke Ukraina.

Baca juga: Badai Pasir Hantam China, Siang Jadi Segelap Malam, Panas Naik Tinggi

Kunjungan ini dinilai sebagai upaya China untuk mempertegas posisinya di kawasan tersebut. "Ini menunjukkan bahwa China tetap aktor utama dalam urusan yang menyangkut Korea Utara," kata John Delury, senior fellow di Asia Society. "Pesan ini juga ditujukan untuk Rusia," tambahnya.

Menurut Delury, selain hubungannya dengan Rusia, kunjungan ini penting untuk menjaga keseimbangan geopolitik di Semenanjung Korea. Terlebih setelah Xi melakukan kunjungan ke Korea Selatan pada akhir Oktober lalu. Mengunjungi kedua Korea dalam waktu satu tahun merupakan pencapaian yang signifikan.

Baca juga: Tanpa China, Bisakah Ekonomi Korea Utara Bertahan?

"Pada tingkat simbolis, penting bagi Xi untuk memantau situasi di Pyongyang," jelas Delury. Xi juga dinilai ingin menjaga keseimbangan hubungan dengan kedua Korea.

Artikel terkait

Rekomendasi