Kapal Induk AS Gerald R Ford Rusak Parah Lawan Iran, Ini Fakta Mengejutkannya!

Kapal Induk AS Gerald R Ford Rusak Parah Lawan Iran, Ini Fakta Mengejutkannya!
Foto: Kapal Induk AS Gerald R Ford Rusak Parah Lawan Iran, Ini Fakta Mengejutkannya!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
```html

WASHINGTON - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) sebelumnya menyatakan bahwa kebakaran di kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, pada Maret lalu saat berperang melawan Iran telah berhasil dikuasai. Meskipun demikian, kapal tersebut disebut masih beroperasi dengan normal. Namun, informasi ini ternyata tak sepenuhnya benar.

Video terbaru dari CNN menunjukkan bahwa kerusakan akibat kebakaran tersebut sebenarnya lebih parah daripada yang diumumkan. Pernyataan resmi Angkatan Laut menyebutkan bahwa kebakaran itu bukan karena serangan rudal atau drone Iran.

Bukti kerusakan:

  • Pemandangan dari video memperlihatkan tempat tidur para pelaut terbakar habis, menyisakan logam hangus dan bengkok.
  • Kabel berserakan dari langit-langit yang berlubang akibat api.
  • Abu bertebaran di lantai sekitar tempat tidur.

Seorang pelaut di kapal USS Gerald R. Ford mengatakan kepada CNN, "Saya benar-benar merasa kita akan kehilangan kapal." Sistem pemadam kebakaran kapal tersebut tidak berfungsi, sehingga memaksa awak kapal berusaha keras memadamkan api, menurut pelaut yang terlibat dan seorang pejabat senior AS yang akrab dengan insiden itu.

Pejabat senior itu mengungkapkan kepada CNN bahwa Angkatan Laut memang sengaja mengecilkan dampak kebakaran terhadap kinerja USS Gerald R. Ford. Kapal ini berada di Laut Merah untuk mendukung operasi militer AS melawan Iran, dan kebakaran berdampak pada kemampuannya.

Kepala Operasi Angkatan Laut, Laksamana Daryl Caudle, mengakui bahwa butuh dua hari sebelum USS Gerald R. Ford bisa menjalankan sortie lagi. Kapal kemudian harus menuju ke Yunani untuk perbaikan sementara.

Saat ditanya tentang kegagalan sistem pengendalian kebakaran di kapal, juru bicara Angkatan Laut mengatakan bahwa investigasi terkait kebakaran tersebut sedang berlangsung. Tim awak memerlukan waktu sekitar 30 jam untuk memadamkan api, membersihkan kerusakan, dan mencegahnya menyala lagi.

Sejumlah 600 pelaut kehilangan akses ke tempat tidur mereka karena kerusakan. "Seharusnya tidak sampai separah ini. Sistem pemadam kebakaran di kapal seharusnya cukup untuk mengatasinya," ujar seorang pelaut yang tak ingin disebutkan namanya untuk menghindari sanksi dari Angkatan Laut. "Semua orang, termasuk saya, berusaha keras memadamkan api tersebut."

```

Artikel terkait

Rekomendasi