Sebuah insiden serius nyaris menewaskan perwira tinggi militer Israel di wilayah Lebanon Selatan. Sebuah drone milik kelompok Hizbullah dilaporkan berhasil menghantam kendaraan yang digunakan oleh Kepala Komando Utara IDF.
Menurut laporan dari penyiar publik Israel, Kan, serangan ini telah mendapatkan izin sensor militer untuk dipublikasikan. Insiden tersebut melibatkan Mayor Jenderal Rafi Milo yang saat itu sedang berada di lokasi kejadian.
Kronologi Serangan Drone di Lebanon Selatan
Peristiwa ini bermula ketika Mayor Jenderal Rafi Milo tengah melakukan kunjungan lapangan ke sebuah desa di Lebanon Selatan. Ia tidak sendirian, melainkan didampingi oleh sejumlah perwira dan prajurit lainnya.
Sesaat setelah Milo dan ajudannya turun dari kendaraan, sebuah drone First Person View (FPV) yang membawa bahan peledak langsung menabrak mobil tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam ledakan yang menghancurkan kendaraan itu.
Poin penting terkait situasi keamanan di perbatasan:
- Serangan ini menunjukkan kemampuan pengintaian presisi yang dimiliki oleh Hizbullah di medan tempur.
- Militer Israel mengonfirmasi bahwa target utama adalah sistem komando dan kendali di lapangan.
- Penggunaan drone FPV menjadi ancaman nyata bagi pergerakan personel darat IDF.
Laporan dari Institut Amit untuk Penelitian dan Intelijen memperkuat dugaan bahwa Hizbullah memang sengaja mengincar perwira senior. Strategi ini bertujuan untuk melumpuhkan struktur pertahanan dan komando militer Israel melalui serangan gabungan.
Eskalasi Serangan di Berbagai Wilayah
Konflik bersenjata ini terus memanas sejak waktu subuh dengan intensitas serangan yang meningkat dari kedua belah pihak. Hizbullah mengklaim telah meluncurkan rentetan roket ke arah posisi pasukan Israel sepanjang hari.
Di sisi lain, operasi militer Israel juga menyasar beberapa titik di Lebanon yang berdampak pada warga sipil. Sebuah serangan di selatan kota Tyre menghantam satu keluarga yang sedang melintas menggunakan mobil di Jalan Zefta.
Daftar wilayah yang terdampak serangan terbaru:
- Jalan Zefta (Tyre): Seorang pria bersama istri dan putrinya dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan.
- Distrik Nabatieh: Ledakan besar terjadi di area bundaran kota yang mengakibatkan jatuhnya korban dari pihak sipil.
- Perbatasan Lebanon Selatan: Lokasi utama konfrontasi drone dan serangan roket jarak jauh.
Serangkaian insiden ini menunjukkan bahwa zona perang kini tidak hanya terbatas pada garis depan. Warga sipil di wilayah Nabatieh dan Tyre turut merasakan dampak langsung dari baku tembak yang semakin tidak terkendali.
Hingga saat ini, situasi di perbatasan Lebanon Selatan masih sangat tegang dengan kedua pihak yang terus melakukan aksi balasan. Pihak Israel sendiri dilaporkan memperketat pengamanan bagi para perwira tinggi yang bertugas di zona merah tersebut.