Amerika Serikat memutuskan untuk tidak melanjutkan pengiriman rudal jelajah Tomahawk ke Jerman, yang sebelumnya direncanakan. Keputusan ini dilaporkan terkait dengan kekhawatiran mengenai kemungkinan pembalasan dari Rusia. Pembatalan ini mengejutkan banyak pihak karena telah direncanakan sejak lama antara AS dan Jerman, salah satu sekutu terbesarnya di Eropa.
Menurut laporan dari Politico pada Jumat (5/6/2026), beberapa pejabat dari Eropa dan Amerika mengungkapkan bahwa AS khawatir Moskow akan merespons jika pemerintahan Donald Trump tetap mengerahkan rudal tersebut di Eropa. Rencana ini dibatalkan meski awalnya disepakati pada masa pemerintahan Joe Biden. Akibatnya, Jerman kini berada tanpa pertahanan yang dianggap krusial oleh pemimpin mereka.
Keputusan ini merupakan bagian dari langkah AS untuk mengurangi keterlibatan dalam aliansi NATO, termasuk pembatalan pengerahan ribuan tentara ke Jerman dan penarikan kembali beberapa aset militer. Hal ini menunjukkan pergeseran kebijakan Amerika yang sebelumnya sangat erat dengan sekutu mereka selama bertahun-tahun.
Pernyataan dari Komandan NATO:
Jenderal Alexus Grynkewich, komandan tertinggi NATO dan kepala pasukan AS di Eropa, menyatakan dalam pertemuan dengan pemimpin militer bahwa ini adalah waktu yang tepat bagi Eropa untuk meningkatkan perannya. Amerika, lanjutnya, akan mengalihkan fokus peralatan dan pasukan ke wilayah lain.
Kekhawatiran Amerika tidak hanya tertuju pada reaksi Rusia, tetapi juga pada berkurangnya persediaan senjata mereka. Dalam beberapa minggu pertama perang Iran, Amerika telah menghabiskan ribuan rudal Tomahawk dan Patriot, yang menambah kekhawatiran mengenai kesiapan persediaan.
Keputusan AS ini tentunya akan mempengaruhi dinamika pertahanan Eropa dan relasi internasional dalam waktu dekat. Bagi Jerman, pembatalan ini merupakan tantangan baru untuk mempertahankan keamanan nasional mereka di tengah ketidakpastian global.