Konflik Memanas: Presiden Somalia Menolak Mundur, Ketegangan Meningkat

Konflik Memanas: Presiden Somalia Menolak Mundur, Ketegangan Meningkat
Foto: Konflik Memanas: Presiden Somalia Menolak Mundur, Ketegangan Meningkat. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
```html

Konflik bersenjata pecah di Mogadishu, ibu kota Somalia, akibat pertikaian politik. Terjadi baku tembak sengit antara pasukan pemerintah dan milisi yang bersekutu dengan oposisi menjelang rencana protes antipemerintah. Bentrokan dimulai pada Rabu (3/6/2026) dan berlanjut hingga Kamis (4/6/2026) dini hari. Ketegangan ini akhirnya mereda pada pukul 09.30 waktu setempat ketika dimulainya negosiasi antara pemerintah dan kubu oposisi.

Pemicu konflik ini adalah protes terhadap keputusan Presiden Hassan Sheikh Mohamud yang memperpanjang masa jabatannya, meskipun mandatnya telah berakhir bulan lalu. Kebijakan ini menunda pemilu dan membuat marah kubu oposisi yang menuding presiden ingin memusatkan kekuasaan. Namun, pemerintah membantah tuduhan tersebut, seperti yang dilaporkan Al Jazeera.

Oposisi awalnya merencanakan demonstrasi damai pada Kamis. Namun, aparat kepolisian menuduh kekerasan berasal dari serangan yang terorganisir, diduga dilakukan oleh kelompok politik yang ingin mengambil alih kekuasaan. Menurut laporan Associated Press (AP), terjadi kerumunan besar di jalanan dengan kehadiran aparat keamanan serta patroli polisi yang ketat.

Situasi di Mogadishu sangat mencekam. Suara tembakan dan ledakan terdengar di berbagai sudut kota. Warga sipil berada dalam risiko tinggi terjebak dalam konflik antara kedua kubu politik ini. "Kami mendengar suara tembakan senjata berat, dan orang-orang meninggalkan rumah mereka," ungkap Abdullahi Mohamed, seorang warga, kepada AP.

Apa yang disampaikan Abdullahi diperkuat oleh Ahmed Ismail, warga Mogadishu lainnya, kepada Reuters. "Sebuah peluru mortir jatuh di rumah tetangga saya, melukai seorang ibu. Rumah besar di dekat sini terbakar, dan mortir serta senjata lain berjatuhan di sana," tuturnya. Saksi mata lainnya, Mohamud Farah, melaporkan adanya dua kendaraan lapis baja yang dibakar selama insiden.

Sampai saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Namun, seorang analis keamanan yang tak ingin disebutkan namanya menyebutkan kepada AFP bahwa terdapat korban sipil di beberapa wilayah. Mantan Perdana Menteri Somalia Hassan Ali Khaire, yang mengklaim menjadi sasaran, mengecam keras tindakan pemerintah.

```

Artikel terkait

Rekomendasi