Hotel Discovery SCBD Sambut Delegasi 18 Negara di Hari Teh Internasional 2026

Hotel Discovery SCBD Sambut Delegasi 18 Negara di Hari Teh Internasional 2026
Foto: Hotel Discovery SCBD Sambut Delegasi 18 Negara di Hari Teh Internasional 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Hotel Discovery SCBD Jakarta sukses menjadi tuan rumah perayaan Hari Teh Internasional 2026 yang berlangsung di Gallery Lantai 3. Acara bertajuk "Teh dan Dunia: Harmoni dalam Keindahan Bersama" ini diinisiasi oleh Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Agenda budaya berskala global tersebut menjadi momentum penting karena dihadiri oleh delegasi diplomatik dari 18 negara sahabat. Kehadiran para perwakilan mancanegara ini menegaskan peran teh sebagai simbol perdamaian dan kerja sama antarnegara.

Apresiasi dan Komitmen Discovery SCBD Jakarta

General Manager Discovery SCBD Jakarta, Cindy Gu, mengungkapkan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan oleh Kedutaan Besar RRT. Ia menilai pemilihan hotel tersebut sebagai lokasi acara merupakan sebuah kehormatan besar bagi pihak manajemen.

Cindy menegaskan bahwa seluruh staf berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi kelancaran agenda internasional tersebut. Ia ingin memastikan setiap tamu merasakan kehangatan dan keramahtamahan khas Discovery SCBD selama acara berlangsung.

Filosofi harmoni yang terkandung dalam budaya teh menjadi inspirasi utama bagi pihak hotel dalam menyajikan fasilitas akomodasi. Pelayanan hospitality yang prima diharapkan mampu mencerminkan nilai-nilai luhur dari tradisi minum teh yang sedang dirayakan.

Diplomasi Teh dan Partisipasi Internasional

Inisiatif "Teh dan Dunia" merupakan gagasan diplomasi budaya yang dipelopori oleh Presiden Xi Jinping. Konsep ini menggunakan teh sebagai medium komunikasi universal untuk mempererat hubungan dan dialog antar budaya di seluruh dunia.

Penyelenggaraan acara ini melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak profesional dan akademisi. Berikut adalah beberapa mitra yang turut mendukung kesuksesan agenda tersebut:

Daftar Mitra Pendukung Utama:

  • Mingbao Ji Tea Industry (PT JQC Investment Indonesia) selaku pelaksana utama.
  • Akademi Kaligrafi dan Lukisan Indonesia serta Institut Konfusius Universitas Al-Azhar Indonesia.
  • EF Language School, Xiamen Airlines Indonesia, dan Yong'an Pharmaceutical Indonesia.
  • Takokak Tea Indonesia (Indonesian Heritage Tea) yang mewakili produk lokal.

Dukungan dari berbagai sektor ini menunjukkan betapa luasnya cakupan kerja sama yang bisa terjalin melalui media teh. Setiap mitra memberikan kontribusi unik untuk memperkaya pengalaman para peserta selama kegiatan berlangsung.

Sekitar 80 tamu undangan VIP menghadiri acara ini, termasuk duta besar dari negara-negara penghasil teh ternama. Perwakilan dari Myanmar, Kenya, Turki, hingga Indonesia berkumpul untuk mendiskusikan potensi besar komoditas teh global.

Kehadiran Pemerintah dan Penguatan Budaya

Acara ini juga mendapatkan perhatian serius dari pemerintah Indonesia dengan kehadiran delegasi resmi dari berbagai kementerian. Beberapa instansi yang hadir antara lain Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Luar Negeri, hingga Museum Nasional.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang hadir dalam acara tersebut menekankan panjangnya sejarah hubungan budaya antara Indonesia dan China. Ia menyebutkan bahwa tradisi minum teh telah lama menjadi bagian dari identitas masyarakat kedua negara.

Fadli Zon menggarisbawahi pentingnya teh sebagai warisan budaya takbenda yang telah diakui oleh UNESCO melalui pengajuan China pada tahun 2022. Ia pun membandingkan kedekatan nilai budaya teh dengan jamu yang dimiliki Indonesia.

Data Warisan Budaya dan Kerja Sama UNESCO:

Kategori Budaya Status / Target Kerja Sama
Teh Tiongkok Warisan Budaya Takbenda UNESCO (2022)
Jamu Indonesia Representasi Ekspresi Budaya Nasional
Target Mendatang Joint Nomination dengan Negara Sahabat

Tabel di atas menunjukkan fokus pemerintah dalam melestarikan budaya lokal melalui pengakuan internasional. Fadli Zon berharap ke depannya Indonesia bisa melakukan nominasi bersama dengan negara sahabat untuk memperkuat posisi budaya di mata dunia.

Menteri Kebudayaan juga menekankan pentingnya pengemasan dan pengembangan obat tradisional seperti jamu secara maksimal. Menurutnya, pemanfaatan yang tepat akan memberikan nilai tambah besar bagi sektor budaya dan ekonomi Indonesia.

Rangkaian Kegiatan dan Inovasi

Selama acara berlangsung, para undangan disuguhkan beragam agenda menarik yang memadukan tradisi dan modernitas. Mulai dari pidato kehormatan hingga kuliah sejarah mengenai asal-usul budaya teh Tiongkok yang sangat mendalam.

Selain pertunjukan seni tradisional, pameran ini juga menampilkan inovasi teknologi melalui robotik dan demonstrasi warisan budaya. Para tamu dapat menikmati sesi networking sambil mencicipi aneka sajian teh berkualitas tinggi dari berbagai penjuru dunia.

Artikel terkait

Rekomendasi