Fenomena Langka: Gunung Bromo Diselimuti Salju Pertama Kali di 2026, Intip Potretnya yang Mengejutkan

Fenomena Langka: Gunung Bromo Diselimuti Salju Pertama Kali di 2026, Intip Potretnya yang Mengejutkan
Foto: Fenomena Langka: Gunung Bromo Diselimuti Salju Pertama Kali di 2026, Intip Potretnya yang Mengejutkan. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
Fenomena Embun Beku di Bromo Tahun 2026

Keajaiban alam baru saja terjadi di Gunung Bromo, di mana kawasan tersebut diselimuti salju tipis untuk pertama kalinya di tahun 2026. Fenomena ini terjadi akibat embun upas yang menyelimuti wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada Senin pagi (8/6).

Formasi kristal es terlihat di berbagai sudut, menutupi rerumputan, daun, dan pasir di sekitar kaldera Bromo. Suhu di area ini merosot hingga di bawah 5 derajat Celsius di waktu dini hari, mengakibatkan embun air yang terbentuk sepanjang malam membeku menjadi salju tipis.

Fenomena ini menyedot perhatian para wisatawan yang telah berada di lokasi sejak subuh. Banyak yang memanfaatkan kesempatan langka ini untuk berfoto dan menikmati sensasi dingin yang jarang dirasakan di Indonesia, negara beriklim tropis.

Tanggapan Wisatawan dan Panduan

Berdasarkan foto-foto dari komunitas wisata Bams Tour Bromo, kristal es tampak di beberapa area kaldera. Wisatawan terpesona berjalan di atas rumput dan pasir yang masih terselimuti embun beku tipis.

Bambang, pemandu wisata Bams Tour Bromo, menyatakan bahwa kemunculan embun upas menandakan awal musim kemarau di Pegunungan Tengger. Ia menambahkan, "Biasanya fenomena ini terjadi antara Juni hingga Agustus, saat suhu mencapai titik terendah bawah lima derajat Celsius, menyebabkan embun malam membeku."

Bambang juga menjelaskan, para wisatawan sering datang dini hari untuk menyaksikan langsung embun beku sebelum mencair terkena sinar matahari. "Panorama matahari terbit memang daya tarik utama Bromo, namun embun upas juga menjadi atraksi tersendiri," ujarnya.

Pengalaman Wisatawan dan Rekomendasi

Salah satu pengunjung dari Bogor, Mia, sengaja datang di musim kemarau demi merasakan pengalaman melihat embun upas. "Rasanya sangat mengesankan bisa melihat langsung hamparan embun beku yang luas. Kami tiba sebelum subuh dan menikmati keindahan kristal es di lautan pasir," kata Mia.

Pengalaman ini memberinya kesan seakan berada di negara musim dingin, meski udara sangat dingin, keindahan pemandangan sekitarnya menjadi pengalaman tak terlupakan. Mia pun merekomendasikan bagi pecinta alam dan fotografi untuk mengalami langsung fenomena ini.

Embun upas merupakan fenomena tahunan yang lazim terjadi saat puncak musim kemarau di Bromo dan Semeru. Intensitas dan waktu terjadinya dipengaruhi kondisi cuaca dan suhu pada malam hingga dini hari. Wisatawan disarankan datang sebelum matahari naik dan membawa perlengkapan hangat seperti jaket, sarung tangan, serta penutup kepala.

Artikel terkait

Rekomendasi