Viral Influencer Konsumsi 11 Suplemen Sekaligus, Dokter Ungkap Risiko Mengejutkan 2026

Viral Influencer Konsumsi 11 Suplemen Sekaligus, Dokter Ungkap Risiko Mengejutkan 2026
Foto: Viral Influencer Konsumsi 11 Suplemen Sekaligus, Dokter Ungkap Risiko Mengejutkan 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Jagat media sosial belakangan ini dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan seorang pemengaruh atau influencer mengonsumsi 11 jenis suplemen sekaligus. Aksi menenggak belasan butir vitamin dalam satu waktu tersebut seketika memicu perdebatan sengit di kalangan netizen.

Beberapa pihak menilai kebiasaan ini sebagai langkah investasi kesehatan jangka panjang agar tubuh tetap bugar. Namun, banyak pula yang merasa khawatir bahwa pola konsumsi tersebut justru dapat membebani organ tubuh dan memicu efek samping negatif.

Dosis Suplemen dan Kebutuhan Tubuh

Menanggapi fenomena ini, Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Prof apt Zullies Ikawati, memberikan penjelasan mendalam. Menurutnya, tingkat keamanan dalam mengonsumsi banyak suplemen sekaligus tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang.

Hal ini disebabkan karena setiap individu memiliki kondisi tubuh, jenis suplemen yang diminum, kandungan zat, serta dosis yang berbeda-beda. Prof Zullies menegaskan bahwa sebenarnya tidak ada aturan kaku mengenai jumlah maksimal suplemen yang boleh dikonsumsi dalam sehari.

Poin yang jauh lebih krusial adalah memahami apakah tubuh benar-benar memerlukan tambahan nutrisi tersebut atau tidak pada saat itu. "Tidak bisa juga harus dibatasi sekian suplemen, tergantung jenis suplemennya dan kebutuhan tubuh," ujar Prof Zullies saat memberikan keterangan kepada detikcom pada Sabtu (30/5/2026).

Penting untuk diingat bahwa tubuh manusia memiliki standar kebutuhan zat gizi harian yang sangat terukur dan presisi. Apabila kebutuhan vitamin dan mineral sudah tercukupi melalui makanan sehari-hari, maka asupan tambahan dalam dosis besar belum tentu memberikan manfaat lebih.

Memang benar sebagian zat tersebut akan diserap oleh tubuh untuk mendukung fungsi organ. Namun, sisa zat gizi yang tidak terpakai harus diproses lebih lanjut dan dibuang melalui organ hati serta ginjal.

Sesuai dengan namanya, suplemen hanyalah bersifat sebagai tambahan dan bukan merupakan sumber nutrisi yang utama bagi manusia. Nutrisi yang paling berkualitas dan ideal tetaplah bersumber dari konsumsi makanan yang beragam serta memiliki gizi seimbang.

Risiko Penumpukan Zat Gizi

Banyak orang secara bersamaan mengonsumsi multivitamin, penguat sistem imun, hingga suplemen kolagen tanpa melakukan pengecekan label. Tanpa disadari, berbagai produk berbeda tersebut sering kali mengandung jenis vitamin atau mineral yang sama.

Kondisi ini menyebabkan asupan harian seseorang melonjak drastis hingga melampaui batas kebutuhan normal tubuh. Padahal, kelebihan asupan vitamin dan mineral tertentu secara terus-menerus memiliki potensi besar merusak kesehatan.

Berikut adalah beberapa risiko kesehatan akibat kelebihan asupan zat gizi tertentu:

  • Konsumsi vitamin A yang berlebihan dalam jangka panjang diketahui dapat mengganggu kesehatan organ hati dan kekuatan tulang.
  • Penumpukan vitamin D dan zat besi yang melebihi batas aman dapat memicu berbagai gangguan kesehatan yang serius pada tubuh.
  • Dosis tinggi vitamin larut lemak cenderung tersimpan di jaringan tubuh dan sulit dikeluarkan jika terjadi akumulasi berlebih.
  • Penggunaan zat gizi yang tumpang tindih dari berbagai produk membuat tubuh menerima dosis berulang tanpa memberikan manfaat kesehatan ekstra.

Fenomena tumpang tindih kandungan ini kerap terjadi karena konsumen hanya melihat merek atau label depan produk yang terlihat berbeda fungsinya. Padahal, jika diteliti lebih dalam, bahan aktif di dalamnya sering kali memiliki peran yang serupa bagi tubuh.

Interaksi Antar Suplemen yang Merugikan

Selain risiko kelebihan dosis, mengonsumsi banyak suplemen secara bersamaan juga dapat memicu interaksi zat yang saling merugikan. Beberapa kandungan zat gizi diketahui dapat menghambat proses penyerapan satu sama lain di dalam sistem pencernaan.

Berdasarkan riset dalam Journal of Trace Elements in Medicine and Biology tahun 2024, tidak semua suplemen ideal untuk diminum serentak. Kombinasi yang kurang tepat justru akan menurunkan efektivitas dari zat gizi yang seharusnya diserap oleh tubuh.

Contoh interaksi antar mineral yang perlu diwaspadai meliputi:

Kombinasi Zat Gizi Dampak Interaksi
Zat Besi dan Kalsium Kedua mineral ini berebut jalur penyerapan di usus sehingga penyerapan zat besi menjadi tidak maksimal.
Zinc dan Tembaga Konsumsi zinc dosis tinggi dalam waktu lama dapat menghambat penyerapan tembaga dan mengganggu keseimbangan nutrisi.
Vitamin Larut Lemak (A, D, E, K) Cenderung menetap dalam jaringan tubuh sehingga risiko toksisitas lebih tinggi jika dikonsumsi berlebihan.

Tabel di atas menunjukkan bahwa mencampur berbagai jenis mineral dalam satu waktu minum memerlukan perhatian khusus. Penurunan penyerapan zat besi akibat kalsium, misalnya, sangat merugikan bagi mereka yang sedang menjalani terapi pemulihan anemia.

Karakteristik vitamin juga memegang peranan penting dalam menentukan tingkat risiko penumpukan nutrisi di dalam tubuh. Berbeda dengan vitamin larut air yang kelebihannya mudah dibuang melalui urine, vitamin larut lemak memerlukan kewaspadaan ekstra.

Akumulasi vitamin larut lemak bisa berlangsung secara perlahan tanpa menunjukkan gejala awal yang nyata bagi penderitanya. Hal ini membuktikan bahwa menenggak banyak suplemen sekaligus tidak menjamin tubuh mendapatkan manfaat kesehatan yang lebih besar.

Langkah yang paling bijak adalah selalu membaca komposisi produk dengan teliti dan memerhatikan dosis harian yang disarankan. Memahami waktu konsumsi yang tepat jauh lebih efektif daripada sekadar menambah jumlah butiran suplemen yang diminum setiap harinya.

Dengan menerapkan pola konsumsi yang cerdas, tubuh bisa mendapatkan manfaat nutrisi secara optimal. Hal ini juga menghindarkan kita dari risiko buruk akibat interaksi zat maupun kelebihan asupan nutrisi yang tidak perlu.

Artikel terkait

Rekomendasi