Gaduh Nata de Coco Tak Halal? MUI Berikan Penjelasan Resmi 2026

Gaduh Nata de Coco Tak Halal? MUI Berikan Penjelasan Resmi 2026
Foto: Gaduh Nata de Coco Tak Halal? MUI Berikan Penjelasan Resmi 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
```html

Nata de coco dikenal luas sebagai pelengkap makanan dan minuman yang kerap dinikmati di Indonesia. Ciri khasnya yang kenyal dengan rasa manis serta penampilan bening menjadikan produk fermentasi air kelapa ini favorit di berbagai kalangan, terutama di antara anak-anak.

Proses pembuatannya melibatkan bakteri Acetobacter xylinum untuk fermentasi air kelapa. Selain itu, nata de coco juga dapat dihasilkan dari bahan lain seperti santan, gula tebu, serta sari buah seperti nanas, jeruk, dan melon. Tidak hanya menyegarkan, nata de coco juga dianggap mengandung vitamin B1, B2, dan C, serta tinggi kadar air, yang bermanfaat untuk kebutuhan cairan tubuh.

Kontroversi Penggunaan Bahan Kimia

Keamanan nata de coco sempat dipertanyakan akibat kasus produsen yang menggunakan urea atau pupuk ZA untuk mempercepat produksi dan meningkatkan kekenyalannya. Namun, Prof Dr Ir Khaswar Syamsu, MSc, dari IPB, menjelaskan bahwa penggunaan urea atau zat nitrogen seperti amonium sulfat dalam fermentasi sebagai hal yang umum.

Bakteri Acetobacter xylinum memanfaatkan karbon dari gula dan air kelapa serta nitrogen dari urea untuk menghasilkan selulosa mikrobial murni. Jika tahapan fermentasi dan pencucian dikerjakan dengan baik, sisa bahan kimia tersebut akan hilang dalam proses perebusan dan perendaman. "Jika rasa asam terdeteksi pada nata de coco, ini berarti proses pencucian belum sempurna," ungkap Khaswar dalam keterangan MUI, Jumat (5/6/2026).

Aspek Kehalalan Produk

Dari segi kehalalan, Mulyorini R Hilwan dari LPPOM menuturkan bahwa titik kritis terdapat pada sumber karbon yang digunakan, terutama gula. Produksi gula bisa melibatkan enzim atau karbon aktif, yang jika bersumber dari hewan, memerlukan perhatian terhadap cara penyembelihannya sesuai hukum syariah.

Untuk urea, sebagai produk kimia, tidak menimbulkan masalah kehalalan. Namun, pentingnya pencucian yang baik agar tidak menyisakan bahan fermentasi harus ditekankan. Dengan penerapan proses produksi dan pencucian yang optimal menggunakan bahan food grade, nata de coco dinilai aman serta murni sesuai standar pangan dan kehalalan.

```

Artikel terkait

Rekomendasi