Dokter anak Ian Suryadi Suteja mengingatkan bahwa pembatasan lemak dalam makanan pendamping ASI dapat menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak balita. Lemak berperan penting dalam penyerapan vitamin, pembentukan organ, dan penyediaan energi tinggi yang sangat dibutuhkan selama masa pertumbuhan anak.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, BareFood Indonesia meluncurkan Bumboo Fat Oil sebagai sumber lemak hewani yang praktis. Ini bertujuan mengoptimalkan asupan kalori nutrisi untuk makanan anak. Di tengah meningkatnya kesadaran orang tua terhadap pola makan sehat anak, muncul fenomena baru yang justru bisa membuat sebagian anak berisiko kekurangan gizi.
Keinginan memberikan makanan terbaik sering kali dibarengi dengan ketakutan berlebihan terhadap beberapa bahan makanan, seperti lemak. Dokter Ian menjelaskan bahwa banyak orang tua menganggap lemak harus dihindari pada makanan pendamping ASI (MPASI), padahal anggapan ini tidak sesuai untuk bayi dan balita.
Ian membagikan pengalamannya dengan seorang anak perempuan berusia sekitar 20 bulan yang berat badannya hanya mencapai 8,5 kilogram. Setelah ditelusuri, ternyata orang tua anak tersebut sangat membatasi bahan makanan karena terpengaruh informasi dari media sosial.
"Saya kaget ketika orang tuanya menyatakan bahwa anaknya tidak pernah diberikan lemak karena menganggap lemak itu berbahaya. Padahal, untuk anak-anak terutama di bawah usia dua tahun, lemak sangat penting," kata dr. Ian.
Menurutnya, meski pada orang dewasa gula, garam, dan lemak perlu dibatasi, aturan ini tidak bisa langsung diterapkan pada anak yang sedang tumbuh. Lemak harus ada di tiap menu MPASI anak. Kebutuhan lemak anak di bawah dua tahun mencapai sekitar 39 persen dari total kalori hariannya, sementara untuk anak di atas dua tahun sekitar 34 persen.
Dr. Ian menjelaskan bahwa lemak adalah salah satu dari tiga makronutrisi utama selain karbohidrat dan protein. Tubuh anak memerlukan lemak dalam jumlah besar untuk pertumbuhan organ, penyerapan vitamin, dan perkembangan otak.
Ia juga menambahkan bahwa sekitar 80 persen perkembangan otak manusia terjadi dalam dua tahun pertama kehidupan. Lemak, khususnya lemak tak jenuh seperti DHA, omega-3, dan omega-6, memainkan peran utama dalam pembentukan otak.
"Otak anak dibentuk dalam dua tahun pertama, dan salah satu pembentuk utama otak adalah lemak. Kalau anak tidak mendapat lemak yang cukup, perkembangan otaknya jadi tidak optimal," jelasnya.
Lemak mendukung penyerapan vitamin penting seperti vitamin A, D, E, dan K yang larut dalam lemak. Tanpa lemak yang cukup, penyerapan vitamin-vitamin tersebut bisa kurang optimal.
Tidak hanya lemak tak jenuh, lemak jenuh yang sering dihindari karena citra negatif juga penting untuk anak. Berbeda dengan orang dewasa yang perlu membatasi konsumsi lemak jenuh, pada anak lemak ini menjadi sumber energi esensial.
"Bagi orang dewasa, lemak jenuh perlu dihindari. Tapi bagi anak, lemak jenuh sangat penting sebagai penyumbang kalori utama. Jika anak kekurangan nutrisi dan berat badan turun, berikanlah lemak jenuh," ungkap dr. Ian.
Iapun menjelaskan bahwa setiap gram lemak menghasilkan sekitar 9 kilokalori energi, yang jauh lebih tinggi dibandingkan karbohidrat dan protein dengan hanya 4 kilokalori. Karena itulah, lemak berperan signifikan dalam memenuhi kebutuhan energi serta meningkatkan berat badan anak.