OJK Denda Rp138,94 Miliar ke 329 Pelaku Pasar Modal, Mengejutkan!

OJK Denda Rp138,94 Miliar ke 329 Pelaku Pasar Modal, Mengejutkan!
Foto: OJK Denda Rp138,94 Miliar ke 329 Pelaku Pasar Modal, Mengejutkan!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menjatuhkan denda total sebesar Rp138,94 miliar kepada 329 pelaku pasar modal hingga Mei 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menegakkan hukum dan melindungi konsumen.

I Putu Gede Rama Paramahamsa dari Bisnis.com melaporkan ini pada Sabtu, 6 Juni 2026. OJK melaksanakan kebijakan tersebut setelah mendapati pelanggaran administratif oleh sejumlah pihak selama periode laporan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengumumkan bahwa dari pemeriksaan kasus di bidang PMDK, total denda sebesar Rp85,04 miliar dikenakan kepada 97 pihak. Selain itu, juga ada sanksi lain seperti satu pencabutan izin dan satu pembatalan STTD.

Sanksi-sanksi lainnya termasuk enam pembekuan izin, tujuh peringatan tertulis, dan sembilan perintah tertulis dalam rangka penegakan aturan dan perlindungan di sektor PMDK. "Dalam rangka penegakan ketentuan di bidang PMDK, hingga Mei 2026 secara year to date, OJK telah mengenakan sanksi administratif berupa denda Rp85,04 miliar kepada 97 pihak," jelas Hasan dalam konferensi pers hasil RDKB OJK.

Di luar itu, OJK juga mengeluarkan denda atas keterlambatan senilai Rp53,90 miliar kepada 232 pihak, 66 peringatan tertulis, dan 71 peringatan atas pelanggaran non-keterlambatan. Ini menjadikan jumlah sanksi denda sepanjang tahun berjalan 2026 mencapai Rp138,94 miliar yang dikenakan kepada setidaknya 329 entitas.

Langkah ini diklaim OJK sebagai bagian dari usaha mereka untuk menjaga integritas hukum di bidang pasar modal. Di tengah kondisi pasar modal yang tertekan, OJK mencatat adanya peningkatan signifikan dalam jumlah investor dengan kenaikan 1,26 juta investor baru per Mei 2026.

Dengan demikian, jumlah total investor hingga saat ini meningkat 36,27% menjadi 27,75 juta investor. Data komprehensif seperti ini dapat membantu dalam mengambil keputusan bisnis strategis dan ditawarkan oleh platform seperti Bisnis.com yang menyediakan analisis mendalam terbaru.

Artikel terkait

Rekomendasi