Jakarta kini mencatatkan prestasi gemilang di sektor transportasi publik dengan menempati posisi kedua terbaik di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Ibu Kota Indonesia tersebut saat ini hanya berada satu tingkat di bawah Singapura dalam hal kualitas layanan dan infrastruktur transportasi umum.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan lompatan besar bagi kota Jakarta di kancah internasional. Keberhasilan ini sekaligus mengungguli kota-kota besar tetangga seperti Bangkok, Manila, Kuala Lumpur, hingga Hanoi.
Jakarta Masuk Jajaran Kota dengan Transportasi Terbaik Dunia
Peringkat Jakarta tidak hanya diakui di level regional, namun juga mulai diperhitungkan secara global. Saat ini, Jakarta menempati posisi kedelapan sebagai kota dengan transportasi publik terbaik di tingkat Asia.
Secara global, posisi Jakarta juga cukup membanggakan dengan menduduki peringkat ke-27 dunia. Prestasi ini menjadi catatan sejarah baru yang menunjukkan bahwa kualitas layanan publik di Jakarta mulai setara dengan kota-kota modern lainnya.
Berikut adalah rangkuman posisi peringkat transportasi publik Jakarta :
- Peringkat 2 di ASEAN: Berada tepat di bawah Singapura dan mengungguli Kuala Lumpur serta Bangkok.
- Peringkat 8 di Asia: Menjadi salah satu dari sepuluh kota dengan mobilitas terbaik di benua Asia.
- Peringkat 27 di Dunia: Masuk dalam jajaran elit kota dunia dengan sistem transportasi publik yang mumpuni.
Pencapaian ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur yang kompetitif di level internasional. Hal ini ditegaskan oleh Gubernur Pramono Anung saat ditemui di Menara Astra, Jakarta, pada Jumat (5/6/2026).
Tantangan Penggunaan Transportasi Publik di Jakarta
Meskipun meraih peringkat tinggi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengakui masih ada tantangan besar yang harus dihadapi. Saat ini, jangkauan infrastruktur fisik transportasi di Jakarta sebenarnya sudah mencakup hingga 93 persen wilayah kota.
Namun, angka penggunaan harian oleh masyarakat ternyata masih cukup rendah. Pramono menyebutkan bahwa pemanfaatan moda transportasi publik oleh warga saat ini masih berada di bawah angka 30 persen.
Informasi mengenai cakupan dan utilitas transportasi Jakarta saat ini :
| Kategori Data | Persentase |
|---|---|
| Jangkauan Infrastruktur Wilayah | 93% |
| Tingkat Pemanfaatan Harian | Kurang dari 30% |
Data di atas menunjukkan adanya kesenjangan antara ketersediaan fasilitas transportasi dengan minat masyarakat untuk menggunakannya secara rutin. Tantangan utama terletak pada perubahan gaya hidup masyarakat agar lebih memilih transportasi umum.
Sebagian besar penduduk, terutama yang berasal dari kota-kota penyangga, diketahui masih sangat bergantung pada kendaraan pribadi. Mereka biasanya baru beralih menggunakan moda transportasi publik saat sudah mencapai titik-titik transit tertentu di tengah kota.
Pemerintah terus berupaya mendorong integrasi antar moda agar perjalanan masyarakat menjadi lebih efisien. Fokus utama ke depan adalah meningkatkan jumlah pengguna harian agar sejalan dengan masifnya pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan.