BAUT Targetkan Penjualan Rp 180 Miliar di 2026, Simak Strategi Ekspansinya

BAUT Targetkan Penjualan Rp 180 Miliar di 2026, Simak Strategi Ekspansinya
Foto: Ilustrasi BAUT Targetkan Penjualan Rp 180 Miliar di 2026, Simak Strategi Ekspansinya.
Ukuran teks

PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (BAUT), emiten yang bergerak di bidang penyediaan baut dan mur konstruksi, telah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat performa bisnisnya. Perusahaan menargetkan pencapaian signifikan pada tahun 2026 mendatang melalui sejumlah inisiatif kunci.

Direktur Utama BAUT, Foong Tak Hoy, mengungkapkan bahwa perusahaan mengincar pertumbuhan penjualan neto lebih dari 30 persen. Dengan target tersebut, pendapatan perseroan diproyeksikan mampu menyentuh angka Rp180 miliar pada periode 2026.

Strategi Pertumbuhan dan Transformasi Digital

Untuk merealisasikan target tersebut, jajaran manajemen akan fokus mengidentifikasi serta mengeksekusi berbagai proyek strategis. Langkah ini dilakukan guna memastikan pendapatan yang masuk memiliki kualitas yang baik dan mendukung kesehatan finansial perusahaan.

Selain mengejar omzet, BAUT juga berambisi mencatatkan laba bersih secara berkelanjutan mulai tahun ini. Perusahaan juga tengah menjalankan peta jalan digital untuk mengoptimalkan efisiensi operasional di seluruh lini bisnis.

Foong Tak Hoy menegaskan bahwa kombinasi antara ekspansi fisik dan akselerasi teknologi digital menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan perusahaan. Ia optimis bahwa BAUT berada di jalur yang tepat untuk mencapai lonjakan omzet di atas 30 persen pada 2026.

Ekspansi Jaringan Outlet RJ Steel

Salah satu pilar utama dalam mendongkrak pendapatan adalah memperluas jangkauan pasar melalui penambahan titik penjualan. BAUT berencana menambah dua outlet baru RJ Steel yang difokuskan di wilayah DKI Jakarta sepanjang tahun 2026.

Hingga akhir tahun 2025, BAUT tercatat telah mengoperasikan total 22 outlet RJ Steel di berbagai wilayah Indonesia. Sebaran gerai ini dikelola melalui berbagai skema kerja sama yang berbeda guna menjangkau pelanggan lebih luas.

Berikut adalah rincian kepemilikan dan sebaran outlet yang dikelola oleh perseroan:

  • 10 outlet yang dijalankan melalui skema kemitraan strategis.
  • 5 outlet yang beroperasi dengan sistem waralaba atau franchise.
  • 7 outlet yang dikelola langsung oleh entitas anak usaha, RJS.

Kehadiran outlet-outlet ini diharapkan mampu memperkuat posisi BAUT dalam memenuhi kebutuhan mur dan baut di pasar domestik. Selain itu, perseroan tetap menjaga hubungan erat dengan para pengguna langsung dari beragam sektor industri.

Efisiensi Biaya dan Produktivitas Inventori

Di samping fokus pada penjualan, BAUT juga menerapkan kebijakan penghematan biaya dengan target optimasi hingga 6 persen pada 2026. Strategi ini mencakup perampingan struktur biaya agar operasional perusahaan menjadi lebih produktif.

Efisiensi dilakukan di seluruh unit kerja dengan mengalihkan alokasi sumber daya ke area yang memiliki nilai tambah tinggi. Foong menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mendorong profitabilitas jangka panjang perusahaan.

Beberapa langkah konkret efisiensi yang diterapkan oleh manajemen meliputi:

  • Pengurangan jumlah Stock Keeping Unit (SKU) hingga 15 persen untuk meningkatkan produktivitas inventori.
  • Penekanan biaya penanganan (handling) serta biaya manajemen pergudangan.
  • Peningkatan fokus pada strategi pemasaran dan penjualan produk unggulan.
  • Penguatan hubungan kerja sama dengan pemasok utama untuk menjamin ketersediaan barang.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat membuat manajemen stok menjadi lebih ramping dan responsif terhadap permintaan pasar.

Kolaborasi Lintas Industri dan Proyek Strategis

Dalam upaya memperluas pangsa pasar, BAUT aktif menggandeng perusahaan dari sektor manufaktur, konstruksi, hingga furnitur. Perseroan juga terlibat dalam berbagai proyek strategis nasional yang memerlukan suplai material logam berkualitas.

Sepanjang tahun 2025, BAUT telah terlibat dalam sejumlah proyek besar seperti pembangunan Masjid Agung Palu dan proyek smelter Manyar. Selain itu, produk mereka juga digunakan dalam proyek Amman Mineral dan pengembangan pusat data.

Perseroan juga gencar mempromosikan merek FastFix yang baru diluncurkan pada tahun 2024 lalu. Saat ini, distribusi produk FastFix mulai merambah skala nasional, salah satunya melalui jaringan gerai ritel MR DIY.

Ringkasan target dan performa PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (BAUT):

Indikator Kinerja Target / Pencapaian
Target Penjualan 2026 Rp 180 Miliar
Persentase Pertumbuhan Di atas 30%
Optimasi Efisiensi Biaya Target 6%
Total Outlet (Akhir 2025) 22 Outlet
Rencana Penambahan 2026 2 Outlet di Jakarta

Data di atas merangkum ambisi besar BAUT dalam memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri komponen logam konstruksi. Dengan kombinasi efisiensi internal dan ekspansi eksternal, perusahaan optimis dapat memberikan nilai lebih bagi para pemegang saham.

Artikel terkait

Rekomendasi