IHSG Merosot 4,20 Persen, Investor Asing Jual Saham Rp 3,7 Triliun

IHSG Merosot 4,20 Persen, Investor Asing Jual Saham Rp 3,7 Triliun
Foto: IHSG Merosot 4,20 Persen, Investor Asing Jual Saham Rp 3,7 Triliun. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
Artikel Parafrase Pasar <a href="/tag/saham">Saham</a>

Perdagangan saham di Indonesia kembali mengalami tekanan besar saat penutupan hari Jumat (5/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 245 poin atau turun 4,20 persen, berakhir di level 5.595. Pelemahan ini memanjang dari tren negatif yang telah terjadi beberapa hari sebelumnya. Salah satu faktor utama adalah aksi jual besar-besaran dari investor asing.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp 3,719 triliun. Saham berkapitalisasi besar yang biasanya menjadi andalan IHSG juga terkena dampaknya. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) paling banyak dijual oleh asing dengan nilai Rp 1,137 triliun. Selanjutnya, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turut mencatat jual bersih sebesar Rp 1,101 triliun.

Investor asing juga melepas saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp 236 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 170 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp 111 miliar. Walaupun penjualan besar-besaran terjadi, beberapa saham tetap tercatat akumulasi beli asing dengan nilai relatif kecil.

Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) mencatat pembelian bersih asing terbesar, mencapai Rp 21 miliar. Sementara itu, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatat pembelian bersih Rp 19 miliar, diikuti PT Timah Tbk (TINS) Rp 15 miliar, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) Rp 14 miliar, serta PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) Rp 13 miliar.

Pada pembukaan, IHSG berada di posisi 5.846,491 dan sempat mencatat level tertinggi harian di 5.860,671. Namun, peningkatan tekanan jual membuat indeks turun ke titik terendah di 5.594,111 sebelum ditutup mendekati level tersebut. Hampir seluruh sektor saham mengalami penurunan secara merata. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 626 saham melemah, 108 saham menguat, dan 81 saham tidak bergerak.

Tekanan jual masif tercermin dari tingginya nilai transaksi, mencapai Rp 31,73 triliun dengan volume perdagangan 38,04 miliar saham yang berpindah tangan dalam 2,19 juta kali transaksi. Kondisi ini turut memangkas kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menjadi Rp 9.828,47 triliun.

KOMPAS.com berkomitmen untuk terus menghadirkan berita yang jernih dan tepercaya. Dapatkan pengalaman membaca tanpa gangguan iklan dengan bergabung sebagai anggota KOMPAS.com Plus.

Artikel terkait

Rekomendasi