JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 30 per saham dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan. Dengan pembagian ini, total dividen tunai yang akan diterima para pemegang saham mencapai sekitar Rp 118,03 miliar.
Keputusan ini berkelindan dengan upaya BALI mempertahankan performa perusahaan yang stabil sepanjang tahun lalu. Pada Paparan Publik Jumat (5/6/2026), manajemen menyatakan, BALI terus memperkuat reputasinya sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi terintegrasi yang melayani segmen selular dan non-selular.
Pada tahun 2025, BALI berhasil mengumpulkan pendapatan senilai Rp 1,239 triliun, menandakan peningkatan sebesar 18,45 persen dibandingkan tahun sebelumnya. EBITDA tercatat mencapai Rp 834 miliar dengan margin EBITDA bertahan di level 67 persen.
Pertumbuhan kinerja keuangan tersebut didukung oleh berbagai lini bisnis yang dijalankan BALI. Secara garis besar, BALI aktif dalam beberapa segmen, termasuk penyewaan menara telekomunikasi, transmisi dan bandwidth, operasi dan pemeliharaan (O&M), layanan Fiber-to-the-X (FTTX) untuk pelanggan residensial, korporasi, dan pemerintahan, serta pusat data dan Very Small Aperture Terminal Remote Terminal Ground Segment (VSAT RTGS).
Di sektor selular, BALI tercatat sebagai penyedia menara terbesar di Bali dan salah satu penyedia Micro Cell Pole (MCP) terbesar di Jakarta. Semua menara BALI telah terintegrasi dengan jaringan fiber optik atau microwave, mendukung jaringan telekomunikasi mutakhir serta perkembangan 4G dan 5G di masa depan.
Dalam segmen non-selular, BALI menawarkan layanan internet dan konektivitas dengan kualitas carrier-grade yang didukung oleh jaringan fiber optik, pusat data, dan solusi telekomunikasi lainnya untuk pelanggan korporasi dan pemerintahan. Hingga akhir 2025, mereka mengelola 3.762 lokasi menara dengan total 1.899 penyewa.
Pada bisnis FTTX, jumlah rumah yang terhubung mencapai 274.311 unit. Perusahaan melayani 59.956 pelanggan residensial dan 1.452 pelanggan korporasi. Selain itu, BALI telah mengoperasikan 6.282 titik VSAT RTGS yang tersebar di berbagai kawasan Indonesia.
```