IHSG Terpuruk: Ditutup Anjlok 4,20% ke Level 5.594, Banyak Dipantau Investor

IHSG Terpuruk: Ditutup Anjlok 4,20% ke Level 5.594, Banyak Dipantau Investor
Foto: IHSG Terpuruk: Ditutup Anjlok 4,20% ke Level 5.594, Banyak Dipantau Investor. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Pasar saham Indonesia hari ini menyaksikan penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang anjlok sebesar 4,20% atau 245,01 poin, tertahan di level 5.594,77. Situasi ini menandai hari yang berat bagi IHSG, dengan hanya 115 saham mengalami penguatan sementara 656 saham lainnya melemah, dan 188 saham tetap stagnan.

Total transaksi berhasil mencapai Rp31,3 triliun dari 34,6 miliar saham yang diperdagangkan. Beberapa indeks lainnya juga mengalami kemerosotan. Indeks LQ45 turun 3,99% ke angka 557, indeks JII kehilangan 3,77% ke posisi 338, indeks IDX30 turun 3,83% menjadi 316, dan indeks MNC36 menurun 3,72% hingga mencapai 245.

Sektor dan Saham yang Mempengaruhi IHSG

Sebagian besar indeks sektoral berakhir di zona merah. Beberapa di antaranya termasuk sektor konsumer non-siklikal, keuangan, properti, teknologi, kesehatan, energi, konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, transportasi, dan industri. Ini menunjukkan performa yang melemah secara luas di berbagai sektor utama pasar.

Beberapa saham yang berhasil masuk dalam daftar penguat utama hari ini antara lain:

  • PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) yang naik 14,17% menjadi Rp117
  • PT Multi Media Internasional Tbk (MMIX) yang naik 14,50% ke Rp750
  • PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) yang naik 12,50% ke posisi Rp324

Di sisi lain, saham yang menderita kerugian terbesar meliputi:

  • PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) turun 15% menjadi Rp1.445
  • PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) melorot 14,90% ke Rp4.340
  • PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) menurun 14,88% ke Rp715

Penurunan IHSG kali ini mencerminkan ketidakstabilan pasar yang lebih luas, ditandai oleh tekanan tinggi pada berbagai saham, menyisakan beberapa saham unggulan dengan kenaikan. Investor akan mengamati perkembangan selanjutnya guna mencermati faktor pemulihan di hari-hari mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi