PT Asuransi BRI Life terus memperkuat transformasi digital di tengah perubahan regulasi dan model layanan kesehatan di Indonesia. Upaya ini dilakukan saat industri asuransi kesehatan menghadapi tantangan berupa kenaikan biaya dan inflasi medis. Andrew Bain, Direktur Operasional BRI Life, mengungkapkan bahwa tantangan ini harus dihadapi lewat kolaborasi semua pihak dalam ekosistem kesehatan.
Ia menekankan, "Kenaikan biaya dan tren inflasi medis merupakan tantangan yang harus diatasi bersama. Penerapan POJK No. 36 Tahun 2025 menjadi momen penting guna memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, dan membangun model bisnis yang lebih sehat serta berkelanjutan," ujarnya dalam pernyataan tertulis, Jumat (5/6/2026).
BRI Life Bayar Klaim Menurun
Baca juga: BRI Life Bayar Klaim Rp 1,17 Triliun, Rasio Klaim Lebih Rendah dari Industri
Andrew menyatakan bahwa transformasi digital perlu disertai peningkatan literasi digital. Hal ini agar masyarakat menyadari manfaat transformasi tersebut sehingga layanan asuransi kesehatan menjadi lebih relevan dan mudah diakses. BRI Life berkomitmen mendukung berbagai inisiatif guna memperkuat industri asuransi nasional.
"Kami juga ingin menghadirkan solusi perlindungan yang mudah diakses dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat Indonesia," tambahnya. BRI Life baru saja memperoleh penghargaan Best Digital Health Insurance Experience pada Health Insurance Ecosystem Forum 2026. Penghargaan ini diberikan atas adaptasi perusahaan dalam mengembangkan layanan digital di tengah perubahan regulasi dan model layanan kesehatan digital.
Baca juga: BRI Life Gandeng RS Awal Bros Group Hadirkan Layanan Rawat Inap Premium
Health Insurance Ecosystem Forum 2026 mempertemukan regulator, pelaku industri asuransi, dan penyedia fasilitas kesehatan. Forum ini membahas arah ekosistem asuransi kesehatan nasional, mencakup penerapan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 36 Tahun 2025, pengendalian inflasi medis, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
"Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim BRI Life dan kepercayaan besar dari nasabah kami. Ini menjadi dorongan semangat untuk terus berinovasi, memperkuat digitalisasi produk dan layanan, serta menyediakan proteksi kesehatan yang responsif dan berkelanjutan di masa depan," tutup Andrew.
Baca juga: BRI Life Rilis Asuransi Digital Fleksibel untuk Gaya Hidup Modern
Sebagai informasi, BRI Life membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp 1,17 triliun pada kuartal I 2026. Angka ini turun 2,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 1,20 triliun. Pada kuartal I 2026, rasio klaim industri tercatat sebesar 78,2 persen, sementara BRI Life berada di angka 48,9 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata klaim industri asuransi jiwa nasional. BRI Life menilai rasio klaim yang tetap terjaga mencerminkan kesehatan portofolio perusahaan dan kepercayaan nasabah.
KOMPAS.com berkomitmen untuk memberikan berita yang jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang.
```