Persetujuan terkait akuisisi Hyundai LNG Shipping oleh afiliasi Sinar Mas Group dilaporkan telah mendekati tahap akhir: Transaksi ini diperkirakan akan segera diselesaikan setelah mendapatkan restu yang diperlukan. Berdasarkan pemberitaan dari ChosunBiz pada Rabu (6/5/2026), pemeriksaan oleh pemerintah Korea Selatan terkait rencana tersebut hampir usai, sementara pihak Sinar Mas dan IMM Private Equity sebagai penjual berencana mempercepat penuntasan transaksi.
IMM Private Equity menargetkan penyelesaian transaksi bisa terjadi secepatnya pada akhir bulan ini atau awal Juni. Sumber di industri perbankan investasi mengonfirmasi pada tanggal 4 Mei 2026 bahwa dua prasyarat utama telah mencapai tahap akhir, yaitu peninjauan keamanan investasi asing oleh Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korsel, serta penggabungan usaha oleh Korea Fair Trade Commission. Hasil evaluasi ini diharapkan keluar pertengahan bulan ini, dan tidak ada indikasi faktor penghambat signifikan yang dapat menggagalkan transaksi tersebut.
Menurut laporan dari Ajunews, persyaratan baru diajukan oleh Grup Sinar Mas selama negosiasi, termasuk jaminan bahwa tenaga kerja dan status Hyundai LNG sebagai perusahaan pelayaran nasional Korsel tetap terjaga. Strategi tersebut dirumuskan untuk menanggapi kekhawatiran atas potensi ancaman terhadap stabilitas energi yang muncul dalam negosiasi sebelumnya. Sebelumnya, rencana penjualan Hyundai LNG Shipping ini sempat menuai kritik di Korea Selatan karena dikhawatirkan dapat mengakibatkan pengambilalihan perusahaan pelayaran lain, yang akhirnya bisa menekan infrastruktur transportasi energi Korea serta lapangan kerja di Busan.
Media lokal Korea Selatan, seperti Herald Corp dan Business Korea, melaporkan bahwa konsorsium dipimpin IMM Private Equity dan IMM Investment telah menandatangani perjanjian pembelian saham untuk menjual 100% saham Aegis One kepada Frontier Resources pada 26 November 2025. Nilai transaksi untuk penjualan Hyundai LNG Shipping kepada Frontier Resources diperkirakan mencapai 3,8 triliun won Korea Selatan atau sekitar Rp43,05 triliun, setelah memasukkan utang, dengan ekuitas bersih bernilai sekitar 400 miliar won atau Rp4,53 triliun.
Hyundai LNG Shipping, yang awalnya divisi dari Hyundai Merchant Marine, merupakan perusahaan pelayaran terbesar di Korea untuk sektor gas cair dan memiliki 12 kapal LNG serta 6 kapal LPG. Perusahaan ini memiliki peran penting dalam menangani sekitar 25–30% volume impor gas domestik yang diangkut melalui kontrak jangka panjang dengan Korea Gas Corporation.