Pertamina EP Capai Produksi 205 MBOEPD di 2025, Target Tercapai Lebih Cepat!

Pertamina EP Capai Produksi 205 MBOEPD di 2025, Target Tercapai Lebih Cepat!
Foto: Pertamina EP Capai Produksi 205 MBOEPD di 2025, Target Tercapai Lebih Cepat!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
PT <a href="/tag/pertamina-ep">Pertamina EP</a> dan Pencapaian Operasional Tahun 2025

PT Pertamina EP baru-baru ini menyampaikan laporan kinerja tahunan mereka dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Laporan tersebut mencakup berbagai aspek dari operasional dan produksi, eksplorasi, hingga tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan selama tahun 2025.

Rachmat Hidajat, Direktur Utama PT Pertamina EP, menjelaskan bahwa perusahaan yang mengelola fasilitas hulu migas di 13 provinsi ini menghasilkan 68.338 barel minyak per hari (BOPD). Mereka mengelola lima aset dengan 22 lapangan operasi darat maupun lepas pantai.

Sebagai bagian dari inovasi, Pertamina EP Adera Field menemukan sumur minyak baru, ABB-143 (U1), dengan potensi produksi 3.442 barel per hari. Rachmat menambahkan produksi gas mencapai 792 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), dengan total produksi minyak dan gas sebesar 205.000 barrel setara minyak per hari (MBOEPD).

Keberhasilan ini didukung oleh aktivitas pengembangan dan eksplorasi yang konsisten sepanjang tahun lalu. Tercatat, Pertamina EP telah melakukan pengeboran 12 sumur eksplorasi dan 137 sumur pengembangan serta akuisisi seismik 2D sepanjang 113 kilometer dan seismik 3D seluas 79 kilometer persegi.

Dari usaha tersebut, teridentifikasi sumber daya 2C sebesar 133 juta barel setara minyak (MMBOE) dan tambahan cadangan terbukti sebesar 59 MMBOE. Rachmat menyatakan capaian ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghadirkan inovasi operasional.

Pertamina EP juga komit menerapkan inovasi operasional, seperti pengoperasian pertama kali Stasiun Pengumpul Akasia Bagus di Lapangan Jatibarang dengan kapasitas produksi 400 barel fluida per hari. Kapasitas terpasangnya sendiri mencapai 7.250 barrel liquid per day (BLPD).

Fasilitas ini merupakan bagian dari program Optimasi Pengembangan Lapangan Akasia Bagus-Gantar. Menurut Rachmat, pencapaian ini menjadi bukti kemampuan perusahaan dalam mengembangkan cadangan serta meningkatkan kapasitas produksi.

Pengembangan proyek ini dilakukan secara disiplin, dengan pencapaian lebih dari 2,2 juta jam kerja selamat tanpa Lost Time Injury (Zero LTI), serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Prinsip ini memastikan operasi hulu migas PT Pertamina EP berkelanjutan dan sesuai dengan standar kualitas.

Artikel terkait

Rekomendasi