Biomassa 10 Juta Ton Menghasilkan Rp 11 Triliun, Solusi Ekonomi 2026

Biomassa 10 Juta Ton Menghasilkan Rp 11 Triliun, Solusi Ekonomi 2026
Foto: Biomassa 10 Juta Ton Menghasilkan Rp 11 Triliun, Solusi Ekonomi 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
Penggunaan <a href="/tag/biomassa">Biomassa</a> dan Dampaknya

Penggunaan biomassa sebagai sumber energi terbarukan dapat memberikan dampak ekonomi signifikan. Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Hokkop Situngkir, mengklaim bahwa pemanfaatan 10 juta ton biomassa bisa menciptakan nilai ekonomi hingga Rp 11 triliun.

Pemanfaatan biomassa dalam sektor ketenagalistrikan tak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan. Hokkop Situngkir menambahkan, pengembangan bioenergi berpotensi membuka 150 ribu lapangan pekerjaan dalam hitungan tahun ini.

Potensi Ekonomi dan Manfaat Lingkungan dari Biomassa:

  • Pemanfaatan biomassa sebesar 10 juta ton dapat menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp 11 triliun.
  • Reduksi emisi karbon dioksida mencapai 12 juta ton.
  • Menambah sekitar 150 ribu lapangan kerja dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

Hokkop menyampaikan dalam Seminar Series #3 tentang "Utilisasi BioEnergi di PLN untuk Mendukung Ketahanan Energi Indonesia" yang digelar di Institut Teknologi PLN Jakarta. Penjelasan tersebut menyatakan bahwa biomassa dapat menjadi solusi transisi energi yang cepat melalui program co-firing di PLTU.

Melalui co-firing, sebagian penggunaan batu bara digantikan oleh biomassa yang berasal dari limbah pertanian, perkebunan, hutan, serta limbah organik lainnya. Menurut Hokkop, bioenergi tidak sepenuhnya menggantikan pembangkit energi fosil dalam waktu singkat, tetapi membantu mengurangi emisi secara bertahap tanpa mengganggu pasokan listrik nasional.

Saat ini, PLN sudah menerapkan co-firing biomassa di 52 PLTU di berbagai wilayah Indonesia. Selama tahun 2025, penggunaan biomassa mencapai sekitar 2,35 juta ton dengan kontribusi pengurangan emisi sekitar 2,57 juta ton CO2 ekuivalen.

Berbagai jenis biomassa sudah dimanfaatkan, termasuk cangkang sawit, sekam padi, bonggol jagung, serbuk gergaji, dan limbah kayu, serta limbah rumah tangga yang diolah menjadi bahan bakar alternatif. PLN telah menggunakan sedikitnya 14 jenis biomassa dengan nilai kalor rata-rata 3.152 kkal/kg.

Potensi dan Tantangan Biomassa di Indonesia

Indonesia memiliki potensi biomassa yang cukup besar, mencapai 83,4 juta ton per tahun. Potensi ini tersebar di berbagai wilayah, seperti Sumatera dengan 42,8 juta ton, Kalimantan 18,9 juta ton, dan Jawa 13,1 juta ton per tahunnya.

Namun, tingkat pemanfaatan bioenergi secara nasional masih terbilang rendah. Hokkop menegaskan bahwa pemanfaatan potensi besar ini bisa menjadi solusi bagi energi terbarukan yang lebih merata di seluruh Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi