Seorang remaja berusia 19 tahun di Surabaya meninggal dunia setelah diduga dikeroyok oleh oknum dari sebuah perguruan silat. Kejadian mengerikan ini menimpa Thomqs Julianus Kristianto, remaja asal Manukan Kulon, Tandes, Surabaya.
Kakek korban, Margono, berbagi kenangan terakhirnya bersama Thomas sebelum tragedi itu terjadi. Thomas meninggal dunia setelah perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Tragedi ini terjadi pada Sabtu malam, 30 Mei, ketika Thomas berpamitan untuk keluar sebentar bersama seorang teman.
Kematian Thomas Menjadi Duka Mendalam Keluarga:
Membaca: "Pamitannya pada saya hanya sebentar. Namun, ia tak kunjung pulang. Tak disangka, temannya datang mengabarkan bahwa Thomas ada di dokter Danu," jelas Margono kepada awak media di Surabaya, Jumat, 5 Juni. Kekhawatiran keluarga semakin besar ketika Thomas tak kembali hingga larut malam.
Tidak lama kemudian, seorang teman datang mengabari bahwa Thomas berada di sebuah klinik. Keluarga yang menyusul mendapati Thomas dalam kondisi koma dengan luka parah di kepala.
"Dia sudah tidak sadarkan diri, dan darah keluar dari kepalanya," tambahnya dengan suara parau menahan kesedihan.
Awalnya, Thomas dirawat di rumah sakit bersalin setempat. Namun, karena kondisinya cukup kritis, ia dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Meski sudah menjalani berbagai operasi darurat, sayangnya, Thomas tidak dapat bertahan.
Penyelidikan Lanjut Menanti Hasil Autopsi
"Cucuku dinyatakan meninggal usai dioperasi pagi tadi pukul 05.00 WIB," imbuh Margono. Dari cerita warga sekitar, Margono menyatakan kejadian penganiayaan diduga terjadi di sekitar SMA Negeri 11 Surabaya, tempat Thomas bersekolah. "Kabarnya di belakang sana, dekat warung apa itu," katanya.
Kini, jenazah Thomas menjalani autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya. Pihak keluarga memilih tidak berspekulasi sambil menunggu hasil penyelidikan pihak berwajib. Seluruh informasi kasus ini tengah ditelisik kepolisian setempat.
```