Rupiah Menguat, Sentuh Level Terbaik Rp18.012 per Dolar AS, Mengejutkan!

Rupiah Menguat, Sentuh Level Terbaik Rp18.012 per Dolar AS, Mengejutkan!
Foto: Rupiah Menguat, Sentuh Level Terbaik Rp18.012 per Dolar AS, Mengejutkan!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Nilai tukar rupiah menutup pekan terakhir dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada Jumat (5/6/2026), rupiah naik 0,19%, menyentuh level Rp18.012 per dolar AS. Kenaikan ini terdorong oleh sentimen global dan prediksi positif terhadap ekonomi Indonesia.

Menurut data RTI Infokom, rupiah berada di Rp18.012 per dolar AS pada penutupan hari ini, menguat 0,19%. Meski begitu, rupiah masih mencatat pelemahan 8,01% sejak awal tahun terhadap dolar AS. Sementara mata uang Asia lainnya menunjukkan hasil bervariasi, dengan yuan China naik 0,06%, dolar Hong Kong menguat 0,01%, dan yen Jepang naik 0,06%. Sebaliknya, won Korea melemah 0,52%, baht Thailand turun 0,06%, dan dolar Taiwan melemah 0,02% terhadap dolar AS.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa sentimen terbaru dipengaruhi oleh penolakan pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, terhadap kesepakatan AS yang dimediasi dengan Israel dan pemerintah Lebanon. Gencatan senjata di Lebanon menjadi syarat Iran untuk perjanjian damai dengan Washington. Presiden AS Donald Trump menyatakan optimismenya terhadap perkembangan antara Israel dan Lebanon, menilai bahwa Lebanon berhak mendapatkan kedamaian.

Di sisi lain, laporan ketenagakerjaan AS menjadi perhatian utama. Data Nonfarm Payrolls (NFP) diramalkan bertambah 85.000 pekerjaan pada Mei, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4,3%. Jika ada tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga kerja AS, dolar AS bisa melemah dan mendukung harga komoditas yang berbasis dolar AS, seperti emas.

Dari dalam negeri, OECD memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 4,7% dari sebelumnya 4,8%. Organisasi ini memperkirakan pertumbuhan baru akan mencapai 5% di tahun 2027 ketika tekanan eksternal mereda. OECD juga menyatakan bahwa kenaikan biaya energi dan ketidakpastian global dapat mempengaruhi konsumsi rumah tangga serta investasi, sementara pasar tenaga kerja dalam negeri menunjukkan pelemahan.

Meski mengalami pelemahan, ekonomi Indonesia dinilai lebih tangguh dibandingkan banyak negara berkembang lainnya. Hal ini dikarenakan ketidakbergantungan yang lebih rendah terhadap impor energi. Ibrahim memproyeksikan bahwa minggu depan, rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.950 hingga Rp18.250 per dolar AS.

Artikel terkait

Rekomendasi