BSA Logistik (WBSA) Raup Rp281 Miliar, Dana IPO Rp20,6 Miliar Baru Terpakai

BSA Logistik (WBSA) Raup Rp281 Miliar, Dana IPO Rp20,6 Miliar Baru Terpakai
Foto: BSA Logistik (WBSA) Raup Rp281 Miliar, Dana IPO Rp20,6 Miliar Baru Terpakai. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) telah memanfaatkan sebagian kecil dari hasil dana penawaran umum perdana saham (IPO). Mereka baru menggunakan Rp20,6 miliar dari total dana IPO, sementara sisanya sebesar Rp281 miliar masih tersedia untuk ekspansi bisnis logistik di Indonesia.

Manajemen melaporkan realisasi dana tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan pada Kamis, 5 Juni 2026. Direktur Utama WBSA, Edwin Wibowo, mengungkapkan bahwa dana dari IPO ini menjadi pilar penting dalam strategi ekspansi dan memenuhi kebutuhan logistik terintegrasi di dalam negeri.

"Pada 2026, kita yakin industri logistik akan tumbuh seiring dengan meningkatnya kebutuhan layanan multimoda dan logistik terintegrasi," kata Edwin dalam pernyataan di RUPST. Dengan dana IPO yang sebagian besar belum terpakai, WBSA siap mendorong pertumbuhan skala bisnis mereka.

Pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) juga menyetujui perubahan status hukum dari Penanaman Modal Asing (PMA) menjadi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Langkah ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kemitraan domestik dan memperkuat posisi WBSA di ekosistem logistik nasional.

Andree, Komisaris Utama WBSA, menyatakan bahwa dukungan investor sejak proses IPO menjadi aset berharga untuk pertumbuhan jangka panjang mereka. "Kami menghargai kepercayaan dan partisipasi publik yang besar, mulai dari IPO hingga RUPS," ujarnya.

Sepanjang 2025, WBSA memperoleh pendapatan Rp2,1 triliun, meningkat 20,51% dari tahun sebelumnya. Keuntungan bersih perusahaan naik drastis 342,99% menjadi Rp45,3 miliar. Selain itu, WBSA juga memperkuat penetrasi di Indonesia Timur dengan membuka cabang di Makassar dan menyelesaikan gudang baru di Cakung, Jakarta.

WBSA resmi terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 April 2026. Dalam IPO-nya, perusahaan melepas 1,8 miliar saham atau setara 20,75% dari modal. Setelah menetapkan harga Rp168 per saham, perusahaan mengumpulkan Rp302,4 miliar di pasar modal.

Mayoritas dana IPO dialokasikan untuk mengakuisisi 99,99% saham PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL), dengan sisanya digunakan sebagai modal kerja. Ini dirancang untuk memperkuat operasi dan layanan logistik multimoda mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi