PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan mulai melaksanakan rencana pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026. Perseroan merencanakan pembagian dividen interim tahap pertama sebesar Rp 20 per saham, yang dijadwalkan akan dibayarkan pada 26 Juni 2026. Langkah ini adalah bagian dari komitmen BCA untuk membagikan dividen interim hingga tiga kali selama 2026. Kebijakan ini sebelumnya telah dijelaskan oleh manajemen BCA dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 31 Maret 2026.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyampaikan bahwa keputusan ini mempertimbangkan posisi modal yang kuat, likuiditas yang cukup, serta kualitas aset yang tetap terjaga. "Kami berterima kasih atas kepercayaan para pemegang saham, sehingga Perseroan dapat mencatatkan kinerja positif hingga tiga bulan pertama 2026. Kami bersyukur dapat mulai merealisasikan rencana ini pada kuartal II tahun buku 2026," ungkapnya dalam sebuah pernyataan tertulis pada Jumat (5/6/2026).
Kinerja keuangan BCA yang solid pada kuartal pertama 2026 menjadi pendorong utama kebijakan ini. Pada Maret 2026, laba bersih konsolidasi BCA mencapai Rp 14,7 triliun. Selain itu, BCA mencatat pertumbuhan kredit sebesar 5,6 persen secara tahunan atau year on year (yoy), yang meningkat menjadi Rp 994 triliun.
Dari sisi pendanaan, dana yang terkumpul dari giro dan tabungan atau current account saving account (CASA) mencapai Rp 1.089 triliun. CASA BCA sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 11,2 persen secara tahunan.
Hendra menyatakan pembagian dividen selanjutnya diperkirakan sama dengan nominal tahap pertama, seiring dengan kondisi keuangan yang memungkinkan. "Langkah ini adalah inovasi baru bagi Perseroan dan diharapkan dapat meningkatkan aliran kas bagi para pemegang saham yang terus mendukung kami," ujarnya.
Dividen interim tahap pertama ini nantinya akan diperhitungkan dalam jumlah dividen final untuk tahun buku 2026.