LPPOM Kenalkan Green Halal, Langkah Baru Menuju Industri Berkelanjutan 2026

LPPOM Kenalkan Green Halal, Langkah Baru Menuju Industri Berkelanjutan 2026
Foto: LPPOM Kenalkan Green Halal, Langkah Baru Menuju Industri Berkelanjutan 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
```html

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM) memperkenalkan konsep Green Halal dalam gelaran 3rd International Halal Ecosystem Conference Cairo 2026. Acara yang berlangsung secara hibrida pada 3 Juni 2026 ini mengusung tujuan untuk mengintegrasikan standar halal dengan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan berkelanjutan atau dikenal dengan ESG.

Konsep ini dipandang mampu menjadi strategi baru dalam memperkuat daya saing industri halal global. Selain itu, pendekatan ini juga menjawab tuntutan konsumen, investor, dan regulator untuk praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab. "Industri halal berpotensi besar menjadi penggerak ekonomi yang tidak hanya sesuai syariah, tetapi juga berkelanjutan. Nilai halal dan keberlanjutan pada intinya bertujuan sama, yaitu untuk kemaslahatan manusia dan lingkungan," ujar VP Corporate Secretary LPPOM, Raafqi Ranasasmita dalam konferensi pers pada Jumat, 5 Juni 2026.

Baca Juga:

LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo

Dalam forum tersebut, turut hadir pembicara dari Brunei Darussalam dan Denmark. Raafqi memperkenalkan gagasan Green Halal Rating, sebuah alat yang membantu perusahaan menilai kepatuhan halal dan mengukur kinerja keberlanjutan mereka. Alat ini menawarkan panduan yang lebih komprehensif bagi pelaku usaha untuk meningkatkan praktik bisnis yang etis, ramah lingkungan, dan sesuai dengan prinsip syariah.

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen, tetapi juga menjadi model yang dapat diadopsi lebih luas. Konsumen saat ini semakin peduli terhadap aspek keberlanjutan, sehingga model ini menjadi relevan dalam konteks bisnis masa kini.

Lihat Juga:

Wamenperin Jajaki Investasi di Rusia, dari Nuklir hingga Industri Halal

Ingin selalu mendapatkan berita terbaru? Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk update terkini setiap hari.

```

Artikel terkait

Rekomendasi