MINE Terbukti Kokoh di Tengah Tekanan Komoditas Kuartal I 2026, Banyak Dicari!

MINE Terbukti Kokoh di Tengah Tekanan Komoditas Kuartal I 2026, Banyak Dicari!
Foto: MINE Terbukti Kokoh di Tengah Tekanan Komoditas Kuartal I 2026, Banyak Dicari!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Sinar Terang Mandiri Tbk. (MINE) mencatat peningkatan signifikan dalam fundamental keuangan pada kuartal pertama 2026, meskipun kondisi pasar komoditas sedang mengalami tekanan. Emiten yang bergerak di bidang jasa penunjang pertambangan ini berhasil meningkatkan pendapatan sebesar 18,1%, menjadi Rp676,19 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp572,8 miliar.

Laba usaha MINE pada kuartal ini mencapai Rp87,98 miliar, sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp61,95 miliar. Kepala Riset Praus Capital, Alfred Nainggolan, menilai bahwa kinerja ini memperkuat profil keuangan MINE secara keseluruhan. “Laporan keuangan kuartal I/2026 memperlihatkan pertumbuhan operasional dan perbaikan struktur keuangan MINE,” ujar Alfred.

Dia menekankan bahwa peningkatan kualitas pertumbuhan ini terlihat dari peningkatan kas dan setara kas MINE, yang mencapai Rp346,07 miliar pada akhir Maret 2026, naik dari Rp169,32 miliar pada akhir 2025. Kenaikan ini memberikan fleksibilitas keuangan yang lebih baik bagi perseroan dalam operasional dan pengelolaan kewajiban mereka.

Baca Juga:
  • Sinar Terang Mandiri (MINE) Tebar Dividen Rp14,75 per Saham, Cek Jadwalnya
  • Saham Emiten Baru Sinar Terang Mandiri (MINE) Kembali Melejit 24,44%
  • IPO Sinar Terang Mandiri (MINE) Oversubscribed 25 Kali, Sahamnya Terbang 25%

Alfred menyebut bahwa likuiditas penting, terutama di sektor jasa pertambangan yang membutuhkan banyak modal kerja dan belanja. Peningkatan kas yang signifikan menunjukkan ketahanan keuangan perusahaan. Struktur modal MINE juga mengalami perbaikan dengan pelunasan pinjaman bank jangka pendek, sehingga rasio debt-to-equity turun menjadi sekitar 0,67 kali pada akhir Maret 2026, dari sekitar 0,87 kali setahun sebelumnya.

Keberlanjutan operasional MINE juga dinilai positif dengan EBITDA kuartal I/2026 yang mencapai Rp210,6 miliar, mencerminkan EBITDA margin sekitar 31%. Ini menunjukkan profitabilitas dari bisnis inti.

Saat ini, saham MINE memiliki valuasi yang menarik, dengan PE (Annualized) Ratio 3,6x dan PBV 0,9x. “Valuasi ini sangat menarik bagi emiten yang memiliki pertumbuhan solid. Selain itu, dividen yield juga potensial melebihi 8% untuk tahun buku 2026,” tambah Alfred.

Kombinasi pertumbuhan bisnis, peningkatan likuiditas, dan penurunan leverage memperkuat kualitas fundamental MINE. Kemampuan perusahaan membagikan dividen meski baru satu tahun melantai di bursa mempertegas posisinya. Namun, berita ini tidak bermaksud mengajak pembelian atau penjualan saham. Keputusan investasi sepenuhnya di tangan pembaca.

Artikel terkait

Rekomendasi