Mossad, agen intelijen Israel, diketahui memasok senjata kepada milisi Kurdi yang didapat dari operasi terhadap Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon. Langkah ini adalah bagian dari strategi lebih luas yang dirancang untuk memperkuat tekanan terhadap Iran.
Laporan dari surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, mengungkapkan bahwa program tersebut bertujuan untuk melemahkan rezim Iran. Bahkan, Badan Intelijen Pusat AS (CIA) terlibat dalam inisiatif ini sebelum akhirnya dihentikan oleh Presiden Donald Trump akibat tekanan dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.
Menurut laporan, kelompok Kurdi menerima berbagai jenis bantuan seperti keuangan, kendaraan, serta persenjataan militer. Senjata yang diberikan mencakup senjata ringan, rudal anti-tank, granat tangan, dan mortir. Beberapa dari senjata tersebut diduga disita oleh pasukan Israel dalam operasi militer melawan Hamas dan Hizbullah.
Wacana mengenai program ini muncul setelah komentar dari Presiden Trump selama wawancara dengan Trey Yingst dari Fox News pada 5 April lalu. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif antara AS dan Israel guna mendukung aktivitas anti-Iran di wilayah tersebut.
Aktivitas Intelijen di Kawasan Timur Tengah
Program ini menambah dimensi baru dalam operasi geopolitik di Timur Tengah. Hubungan antara Amerika Serikat dan Israel menunjukkan sinergi dalam melawan pengaruh Iran. Meski mengalami hambatan, strategi ini menyoroti keterlibatan berbagai aktor internasional dalam konflik regional.
Program ini juga menunjukkan bagaimana dinamika politik internasional dapat mempengaruhi operasi intelijen. Kerjasama antara Mossad dan CIA serta dukungan material kepada pihak Kurdi menjadi indikasi intensitas langkah-langkah kontra-Iran.
Dampak Kebijakan Internasional
Di tengah situasi geopolitik yang rumit, keputusan Trump untuk menghentikan peran CIA menunjukkan pengaruh besar dari Turki dalam isu-isu regional. Hubungan Washington-Ankara kerap kali berpengaruh dalam kebijakan AS di Timur Tengah.
Langkah Mossad ini sejalan dengan kebijakan lebih luas untuk membangun aliansi regional yang kuat melawan Teheran. Dukungan militer ke Kurdi dianggap sebagai upaya strategis untuk menekan dan menyeimbangkan kekuatan Iran di kawasan tersebut.
```