Tim nasional Jepang tengah mempersiapkan diri untuk Piala Dunia 2026, namun mengalami beberapa kendala. Tim asuhan Hajime Moriyasu harus mengganti lokasi latihan di Meksiko sebanyak dua kali karena kondisi lapangan yang tidak memadai. Meskipun begitu, Direktur Teknis Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA), Masakuni Yamamoto, menyatakan bahwa para pemain tetap tenang menghadapi situasi ini.
"Kami memutuskan untuk mengubah tempat latihan demi mendapatkan lingkungan yang lebih baik," kata Yamamoto kepada wartawan, sebagaimana dilaporkan oleh AFP, Jumat (5/6/2026).
Kesulitan ini muncul ketika tim nasional Jepang tiba di Meksiko pekan ini. Pada awalnya, mereka berencana menggunakan lapangan latihan milik klub Tigres UANL di Monterrey. Namun, cuaca buruk yang melanda daerah tersebut mengurangi kualitas rumput lapangan secara signifikan.
Laporan dari surat kabar Sports Hochi menyebutkan bahwa timnas Jepang kemudian sempat memindahkan lokasi latihan mereka ke lapangan yang semula direservasi untuk timnas Jepang U-19. Namun, karena tidak puas dengan kondisi lapangan tersebut, mereka pindah lagi ke lapangan milik Club de Futbol Monterrey.
Yamamoto memahami bahwa hambatan ini disebabkan oleh faktor cuaca yang tidak terduga. "Ini terjadi karena cuaca buruk, jadi hal itu tidak bisa dihindari. Kami ingin memastikan persiapan dilakukan dengan matang," tambah Yamamoto.
Setelah menyelesaikan agenda di Meksiko, timnas Jepang dijadwalkan menuju lokasi latihan utama di Nashville, Tennessee, Amerika Serikat (AS), pada awal pekan depan. Yamamoto memastikan bahwa fasilitas di Nashville sudah siap untuk digunakan. "Kami telah diberi tahu bahwa semua persiapan berjalan dengan lancar di Nashville," ujar Yamamoto.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan mulai pada 11 Juni mendatang. Jepang tergabung dalam Grup F bersama Swedia dan Tunisia, dengan pertandingan pertama melawan Belanda pada 14 Juni di Dallas.