Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah, telah mengumumkan perubahan besar dalam kabinet negara tersebut. Langkah ini dianggap sebagai cara menyiapkan generasi baru pemimpin untuk memimpin di kerajaan yang kaya minyak dan gas. Salah satu poin perhatian dalam perubahan ini adalah pengangkatan Pangeran Abdul Mateen sebagai Menteri Luar Negeri yang baru.
Baca juga: Sultan Brunei Terbangkan Sendiri Pesawatnya ke KTT ASEAN 2026 di Filipina
Meskipun bukan dalam posisi tinggi dalam garis suksesi karena posisi sebagai anak kesepuluh dan putra keempat Sultan, Pangeran Abdul Mateen dianggap mampu memberikan citra modern bagi keluarga kerajaan. Pangeran ini memiliki lebih dari tiga juta pengikut di Instagram, seperti dilaporkan oleh AFP pada Jumat (5/6/2026).
Pangeran Abdul Mateen dikenal sebagai perwira militer yang lulus dari Inggris dan merupakan anggota angkatan bersenjata Brunei, juga berprofesi sebagai pilot helikopter serta penggemar olahraga polo. Di samping tugas barunya, ia akan terus berkarier di bidang militer. Pernikahan megahnya digelar pada Januari 2024 di Bandar Seri Begawan, dan sering kali mendampingi ayahnya dalam kunjungan resmi dan pertemuan diplomatik.
Baca juga: Stok BBM Tinggal 38 Hari, Australia Cari Pasokan ke Malaysia-Brunei
Selain Pangeran Abdul Mateen, putra Sultan lainnya, Pangeran Abdul Malik (42), juga dilibatkan dalam pemerintahan. Sebagai putra tertua kedua Sultan dan urutan keempat dalam garis suksesi, ia mendapat posisi pertama sebagai menteri di Kantor Perdana Menteri (PMO). Pangeran Abdul Malik adalah lulusan sarjana pendidikan dari universitas lokal.
Dalam pidato yang disiarkan televisi dan diunggah di situs resmi pemerintah, Sultan Hassanal Bolkiah menjelaskan alasan penunjukan tersebut. Dia mengatakan keputusan ini didasarkan pada kecenderungan dan pengalaman awal mereka dalam sistem administrasi.
Baca juga: Kondisi Sultan Brunei Stabil Usai Kelelahan Saat KTT ASEAN di Malaysia
Penunjukan kedua pangeran ini menggenapi jumlah anggota keluarga kerajaan dalam kabinet monarki absolut di Asia Tenggara tersebut menjadi empat orang. Posisi menteri senior di Kantor Perdana Menteri tetap dipegang oleh putra sulung Sultan sekaligus Putra Mahkota, Pangeran Al-Muhtadee Billah (52).
```