Iran Akui Tembakkan Rudal ke Kapal Perang AS, Ketegangan Memuncak di Laut Timur Tengah

Iran Akui Tembakkan Rudal ke Kapal Perang AS, Ketegangan Memuncak di Laut Timur Tengah
Foto: Iran Akui Tembakkan Rudal ke Kapal Perang AS, Ketegangan Memuncak di Laut Timur Tengah. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

TEHERAN, KOMPAS.com - Angkatan bersenjata Iran mengumumkan pada Jumat (5/6/2026) bahwa mereka telah menembakkan rudal ke arah dua kapal perusak milik Angkatan Laut Amerika Serikat yang berada di Teluk Oman. Berdasarkan laporan dari media pemerintah Iran, seperti dikutip oleh AFP, kedua kapal tersebut meninggalkan Teluk Oman setelah terjadinya tembakan peringatan rudal oleh pasukan Iran.

Menurut pernyataan yang disampaikan via kantor berita IRNA, tindakan tersebut dilakukan oleh Iran sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran terhadap aturan maritim. Mereka juga menuduh AS melakukan pelecehan serta pembajakan terhadap kapal-kapal komersial dan kapal tanker minyak.

Baca juga: Menlu AS Umumkan Perang Iran Berakhir, Tak Gubris Serangan Terbaru

Meski begitu, Amerika Serikat melalui Komando Pusat (CENTCOM) membantah klaim tersebut dengan cepat. CENTCOM menyampaikan bahwa pasukan Iran tidak terlibat dalam penyerangan atau penembakan terhadap kapal perang AS.

Tindakan menyerang kapal perang seperti itu dianggap sebagai pelanggaran serius dari gencatan senjata yang tengah berlangsung. Selain itu, CENTCOM memastikan bahwa pasukannya tetap beroperasi dengan bebas di perairan regional dan mengelola blokade tandingan terhadap pelabuhan Iran.

Ketegangan di tengah gencatan senjata

Insiden ini menjadi sorotan dalam perkembangan terbaru dari gencatan senjata yang telah disepakati sejak 8 April lalu. Perjanjian ini diterapkan untuk menghentikan permusuhan antara Iran, AS, dan Israel setelah perang meletus pada 28 Februari.

Namun, hingga kini upaya pendekatan untuk menyelesaikan konflik melalui negosiasi langsung dan mediasi belum menunjukkan hasil yang diharapkan.

Baca juga: Iran Tolak Ide Trump Bertemu Mojtaba, Sebut Tak Realistis

Pada Rabu (3/6/2026), Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa Washington sudah mengakhiri serangan berkelanjutan terhadap Iran. Nama operasi militer yang digunakan AS adalah Epic Fury, dan menurut Rubio operasi tersebut telah selesai.

AS juga telah mengklaim telah menghancurkan sisa kekuatan angkatan udara Iran serta mengancurkan seluruh angkatan laut konvensional mereka.

Persaingan blokade di Selat Hormuz

Sejak mulainya perang, Iran menginisiasi blokade laut di Selat Hormuz, suatu jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudera Hindia. Sebagai respons, AS menciptakan blokade tandingan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Selat Hormuz memiliki peran vital dalam perdagangan energi dunia, karena sekitar seperlima dari minyak global lewat jalur sempit ini.

Baca juga: Trump Berkelakar soal Mojtaba Khamenei, Ungkap Hubungannya dengan Pemimpin Baru Iran

KOMPAS.com berkomitmen untuk menyajikan fakta yang jelas, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang.

Artikel terkait

Rekomendasi