Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, berencana untuk menyederhanakan 44 entitas di bawah Grup PLN menjadi 23 entitas pada tahun 2028 mendatang. Langkah ini diambil untuk mempercepat transformasi dan memperkuat keandalan sistem kelistrikan, menjadikan PLN lebih efektif dalam mendukung ketahanan energi secara nasional.
“Percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan menjadi kunci agar PLN semakin efektif mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Dony pada Jumat (5/6). Fokus ini diarahkan pada streamlining PLN Group melalui konsolidasi, divestasi, restrukturisasi portofolio bisnis, dan penyederhanaan struktur usaha.
Penyederhanaan dari 44 ke 23 entitas bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola, dan menciptakan struktur bisnis yang lebih fokus dan terintegrasi. Hal ini menjadi salah satu topik diskusi antara Dony dengan direksi PLN.
Dalam pertemuan tersebut, selain pembahasan perampingan, Dony membahas realisasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dan langkah penguatan sistem kelistrikan setelah gangguan di Sumatera. Progres positif terlihat dalam implementasi RUPTL 2025–2034 dengan sekitar 1.634 proyek atau hampir 40 persen memasuki tahap eksekusi.
Capaian ini mencerminkan komitmen PLN dalam mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional, mulai dari pembangunan pembangkit, jaringan transmisi, hingga gardu induk. Langkah-langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.
Pertemuan turut menyoroti langkah-langkah penguatan sistem kelistrikan setelah gangguan di Sumatera. PLN terus melakukan evaluasi dan penguatan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik.
Beberapa proyek strategis sedang disiapkan, termasuk penguatan infrastruktur backbone kelistrikan di Sumatera, pembangunan jaringan transmisi 500 kV, 275 kV, dan 150 kV, serta penambahan kapasitas di berbagai wilayah. Hal ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan sistem dan meminimalkan risiko gangguan di masa depan.