IPO SpaceX Banjir Peminat, Nilai Order Tembus Rp181 Triliun Banyak Dicari Investor 2026

IPO SpaceX Banjir Peminat, Nilai Order Tembus Rp181 Triliun Banyak Dicari Investor 2026
Foto: IPO SpaceX Banjir Peminat, Nilai Order Tembus Rp181 Triliun Banyak Dicari Investor 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Rencana penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) dari SpaceX menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari kalangan pemodal. Perusahaan teknologi luar angkasa milik Elon Musk tersebut dilaporkan kebanjiran pesanan saham dari para investor institusional.

Berdasarkan informasi dari sumber yang mengetahui proses tersebut, total pesanan yang masuk saat ini sudah melampaui angka US$10 miliar atau setara dengan Rp181,8 triliun. Tingginya minat ini sejalan dengan meningkatnya ekspektasi pasar menjelang debut SpaceX yang diprediksi akan memecahkan rekor dunia.

Detail Pelaksanaan dan Jadwal IPO SpaceX

Pihak perbankan yang mengelola aksi korporasi ini diperkirakan akan segera menutup masa penerimaan pesanan dari investor institusional. Langkah ini dijadwalkan terlaksana pada Rabu mendatang, tepat setelah bursa saham New York berakhir pada pukul 16.00 waktu setempat.

Penutupan buku pesanan tersebut bertujuan agar pihak bank dapat melakukan evaluasi mendalam terhadap total permintaan yang masuk. Melalui proses ini, bank dapat memberikan saran strategis kepada manajemen SpaceX mengenai penetapan harga final saham mereka.

Jika tidak ada perubahan rencana, penetapan harga resmi saham SpaceX akan dilakukan pada tanggal 11 Juni. Keesokan harinya, saham perusahaan penyedia jasa roket dan satelit ini dijadwalkan mulai diperdagangkan secara terbuka di bursa.

Dalam rencana IPO ini, SpaceX menawarkan sebanyak 555,6 juta lembar saham kepada para investor potensial. Harga setiap lembarnya telah ditetapkan pada angka tetap sebesar US$135 per unit saham.

Berikut adalah rincian target pendanaan dan proyeksi nilai perusahaan dari aksi IPO ini:

  • Total dana yang diharapkan terkumpul mencapai sekitar US$75 miliar.
  • Valuasi keseluruhan SpaceX diproyeksikan akan menyentuh angka US$1,8 triliun.
  • Jumlah saham yang ditawarkan kepada publik mencapai 555,6 juta lembar.
  • Harga pelaksanaan IPO dipatok pada angka US$135 per saham.

Melalui perolehan dana yang sangat besar tersebut, SpaceX memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam industri kedirgantaraan global. Valuasi triliunan dolar ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap masa depan bisnis roket, Starlink, hingga pengembangan kecerdasan buatan mereka.

Konteks Industri dan Persaingan Global

Langkah SpaceX melantai di bursa terjadi di tengah dinamika pasar teknologi yang sedang memanas pada tahun 2026. Banyak pihak menilai bahwa kesuksesan IPO ini akan menjadi tolok ukur bagi startup teknologi besar lainnya yang juga berencana melakukan penawaran publik.

Informasi terkait jadwal penting pelaksanaan IPO SpaceX dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Kegiatan IPO Tanggal / Waktu
Penutupan Buku Pesanan Institusi Rabu, 10 Juni 2026 (16.00 NY)
Penetapan Harga Final Saham Kamis, 11 Juni 2026
Debut Perdagangan Perdana Jumat, 12 Juni 2026

Tabel tersebut merangkum lini masa krusial bagi para calon investor yang ingin berpartisipasi dalam momentum bersejarah ini. Ketepatan waktu dalam proses ini sangat penting mengingat tingginya volume pesanan yang harus dikelola oleh pihak pengelola penjamin emisi.

Selain fokus pada SpaceX, pasar global juga tengah menyoroti langkah-langkah strategis dari perusahaan teknologi besar lainnya. Sebagai contoh, valuasi Anthropic PBC dikabarkan telah menembus angka Rp17,8 kuadriliun dalam pengajuan IPO mereka yang dilakukan hampir bersamaan.

Namun, tidak semua kabar di pasar modal bersifat positif, sebab terdapat laporan mengenai tiga perusahaan kandidat IPO lainnya yang justru memilih mundur tahun ini. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun SpaceX sangat diminati, kondisi pasar secara umum tetap memiliki tantangan tersendiri bagi pemain lain.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik juga membayangi sektor teknologi global setelah adanya tudingan dari pihak Pentagon. Institusi pertahanan Amerika Serikat tersebut sempat menuding beberapa raksasa teknologi China seperti BYD, Alibaba, dan Baidu memberikan dukungan terhadap sektor militer di negara asalnya.

Meskipun terdapat berbagai isu eksternal, fokus utama para pelaku pasar tetap tertuju pada SpaceX yang diprediksi akan mengalami pertumbuhan pendapatan signifikan. Beberapa analis dari Wall Street bahkan meramalkan bahwa pendapatan dari sektor AI milik SpaceX bisa melonjak hingga 100 kali lipat pada tahun 2030 mendatang.

Keberhasilan SpaceX dalam mengumpulkan pesanan hingga ratusan triliun rupiah ini membuktikan dominasi Elon Musk dalam menarik minat modal global. Dengan struktur penawaran yang sudah matang, pasar kini hanya tinggal menunggu hari perdagangan perdana untuk melihat performa saham tersebut secara langsung.

Artikel terkait

Rekomendasi