Iran Tegaskan Tak Akan Temui Mojtaba, Ide Trump Dianggap Tak Realistis

Iran Tegaskan Tak Akan Temui Mojtaba, Ide Trump Dianggap Tak Realistis
Foto: Iran Tegaskan Tak Akan Temui Mojtaba, Ide Trump Dianggap Tak Realistis. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
```html

TEHERAN, KOMPAS.com - Iran menegaskan bahwa tidak akan ada pertemuan antara Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pernyataan ini muncul setelah Trump mengungkapkan kesediaannya untuk bertemu dengan pemimpin baru Iran sebagai langkah menyelesaikan konflik yang berlarut-larut.

"Saya melihat ada laporan yang menyebutkan bahwa dia (Trump) menyatakan kesiapan untuk bertemu atau keinginan untuk mengadakan pertemuan," ungkap Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancara dengan stasiun televisi Lebanon Al Mayadeen, yang disiarkan pada Kamis (4/6/2026) malam.

Namun, dia meragukan pertemuan tersebut dapat terlaksana. "Menurut saya, kita harus realistis," ujarnya. Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran pada Maret lalu setelah Ayatollah Ali Khamenei, ayah sekaligus pendahulunya, wafat akibat serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.

Sehari sebelumnya, Trump menyatakan bahwa dirinya terbuka untuk bertemu dengan pemimpin tertinggi Iran jika ada kesepakatan perdamaian. "Saya tidak berkeinginan untuk bertemu, namun jika saya bertemu, saya merasa terhormat," ujar Trump di Ruang Oval Gedung Putih.

"Saya ingin melihat apakah kita bisa mencapai kesepakatan, dan jika tercapai, ada kemungkinan saya akan bertemu dengannya," lanjutnya. Trump juga berpendapat bahwa Khamenei terlibat dalam pembicaraan saat ini.

"Saya rasa mereka sangat menghormati dia," kata Trump. Ketika ditanya mengenai kemungkinan ketegangan dalam hubungan akibat serangan AS terhadap Iran, Trump menjawab, "Saya mungkin bukan orang favoritnya, tetapi saya percaya dia seorang profesional." Trump menambahkan bahwa Khamenei memiliki reputasi yang cukup baik di beberapa kalangan.

Ayatollah Mojtaba Khamenei, anak dari Ali Khamenei, resmi diangkat sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru, pada Senin (9/3/2026). Sampai saat ini, Mojtaba belum tampil di depan publik.

```

Artikel terkait

Rekomendasi