Harga Emas Melonjak di Tengah Harapan Perdamaian Timur Tengah, Mengejutkan!

Harga Emas Melonjak di Tengah Harapan Perdamaian Timur Tengah, Mengejutkan!
Foto: Harga Emas Melonjak di Tengah Harapan Perdamaian Timur Tengah, Mengejutkan!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
Parafrase Artikel Berita

Di tengah optimisme atas perdamaian di Timur Tengah, harga emas mengalami kenaikan.

LONDON - Kamis (4/6), harga emas naik seiring berkembangnya harapan akan solusi damai bagi konflik di Timur Tengah. Ini memberikan tekanan pada dolar AS dan harga minyak, yang pada gilirannya mengurangi kekhawatiran inflasi dan kenaikan suku bunga.

Menurut Reuters, harga emas spot naik 1,7% menjadi US$4.506,19 per ons pada pukul 11.56 GMT. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus 2026 juga naik 1,5% ke angka US$4.533,60 per ons.

Pengumuman dari pemerintahan Presiden Donald Trump pada Rabu (3/6) bahwa Israel dan Lebanon sepakat mengadakan gencatan senjata telah memperkuat harapan pasar. Ini membuka kemungkinan tercapainya perdamaian yang lebih besar antara AS, Israel, dan Iran.

Lebih lanjut, Dewan Perwakilan Rakyat AS yang didominasi Partai Republik menyetujui resolusi untuk membatasi keterlibatan militer Trump di Iran. Hal ini turut menurunkan kekhawatiran inflasi dan dipandang sebagai langkah positif bagi perdagangan minyak, menurut analis Nikos Tzabouras dari Tradu.com.

Harga minyak mengalami penurunan pasca pengumuman gencatan senjata tersebut. Harga minyak yang sebelumnya naik akibat konflik di Iran pada akhir Februari, memberikan tekanan pada emas, yang turun 16%.

Meski emas dikenal sebagai pelindung nilai inflasi, kenaikan suku bunga justru dapat menekan posisi logam ini karena tidak memberikan bunga seperti instrumen lainnya.

Perkiraan Harga Emas ke Depan

Konsultan Metals Focus meramalkan bahwa harga emas akan kembali meningkat di paruh kedua 2026. Namun, permintaan global atas emas diprediksi menurun sekitar 2% karena penurunan pembelian perhiasan dan akumulasi oleh bank sentral.

Tzabouras memperingatkan bahwa meski harga emas akan naik, tantangan jangka pendek masih ada. Ekspektasi suku bunga tinggi dan risiko geopolitik dapat mendukung penguatan dolar, sehingga menjadi rintangan bagi emas.

Pelaku pasar kini menantikan data ketenagakerjaan non-pertanian AS untuk Mei yang akan rilis pada Jumat. Data ini penting untuk menentukan kebijakan moneter Federal Reserve.

Harga Logam Mulia Lainnya

  • Harga perak spot meningkat 2,4% ke US$74,44 per ons.
  • Harga platinum naik 2,1% menjadi US$1.897,60 per ons.
  • Harga paladium bertambah 1,8% mencapai US$1.325,14 per ons.

Dalam segmen logam mulia lainnya, tren positif juga terjadi, menunjukkan minat investor terhadap aset tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi