Setiap orang tua pasti menginginkan asupan nutrisi terbaik untuk menunjang tumbuh kembang buah hati mereka secara optimal. Susu sering kali menjadi pilihan utama karena dianggap sebagai sumber nutrisi penting bagi pertumbuhan fisik serta kecerdasan kognitif anak.
Namun, belakangan ini muncul kekhawatiran terkait kandungan maltodekstrin yang kerap ditemukan pada produk susu formula. Maltodekstrin sendiri merupakan jenis karbohidrat hasil olahan pati yang sering digunakan sebagai bahan tambahan dalam berbagai produk pangan.
Menurut Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A K, seorang Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Tumbuh Kembang, maltodekstrin sebenarnya adalah rantai glukosa. Zat ini berfungsi sebagai sumber karbohidrat yang didesain agar mudah dicerna serta diserap dalam sistem pencernaan bayi.
Dalam acara peluncuran AceKid bertajuk 'New Fresh Standard' di Jakarta, dr. Rini menjelaskan bahwa bahan ini umumnya ditemukan pada formula khusus. Contohnya adalah jenis susu bebas laktosa atau rendah laktosa agar tetap bisa dicerna oleh bayi yang memiliki kondisi tertentu.
Dampak Maltodekstrin pada Kesehatan dan Kognitif Anak
Meskipun memiliki fungsi teknis dalam industri pangan, penggunaan maltodekstrin tetap harus diperhatikan dampak jangka panjangnya. Dr. Rini menekankan pentingnya melihat kesesuaian komposisi agar tidak memicu gangguan pada pencernaan anak di kemudian hari.
Maltodekstrin termasuk dalam kategori karbohidrat buatan yang memiliki nilai Indeks Glikemik (GI) sangat tinggi, mencapai angka 110. Angka ini menunjukkan bahwa konsumsi dalam jumlah besar dapat memicu lonjakan kadar gula darah secara drastis.
Beberapa risiko yang muncul akibat konsumsi pemanis berlebih pada anak adalah :
- Penurunan kemampuan kecerdasan atau IQ saat anak memasuki usia tiga tahun.
- Gangguan pada perkembangan bahasa dan kemampuan motorik kasar maupun halus.
- Munculnya resistensi insulin yang bisa mengganggu fungsi kerja otak sejak dini.
- Menurunnya minat belajar anak akibat pengaruh tekanan gula dalam aliran darah.
Selain masalah kognitif, susu dengan kandungan maltodekstrin juga memiliki efek samping pada pola makan harian anak. Zat ini cenderung memberikan rasa kenyang lebih cepat dibandingkan nutrisi alami lainnya.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat membuat anak enggan mengonsumsi makanan utama yang lebih kaya nutrisi. Akibatnya, keseimbangan gizi yang dibutuhkan anak selama masa pertumbuhan bisa terganggu secara signifikan.
Sorotan Industri terhadap Bahan Baku Susu Formula
Kualitas produk susu di pasar Indonesia juga mendapatkan perhatian serius dari Leng Youbin, Chairman & Founder FEIHE International. Saat mengunjungi gerai perlengkapan ibu dan anak, ia mengaku terkejut dengan komposisi bahan pada banyak produk lokal.
Youbin mencatat bahwa mayoritas susu formula masih mengandalkan susu bubuk sebagai bahan dasar utamanya. Selain itu, banyak produk yang mencampurkan perisa sintetik, gula tambahan, hingga maltodekstrin ke dalam formulanya.
Dampak penggunaan bahan baku tersebut dijelaskan sebagai berikut :
- Susu bubuk yang diproses dengan pemanasan suhu tinggi berulang kehilangan banyak nutrisi aktif.
- Kandungan gula tambahan dan maltodekstrin memberikan dampak negatif bagi kesehatan jangka panjang.
- Kualitas nutrisi yang tidak alami dapat memengaruhi proses penyerapan nutrisi oleh tubuh anak.
- Kehilangan komponen aktif alami yang sebenarnya sangat dibutuhkan untuk imunitas.
Berdasarkan observasi tersebut, kebutuhan akan transparansi informasi nutrisi menjadi semakin krusial bagi para orang tua. Mereka berhak mendapatkan produk yang benar-benar murni tanpa tambahan zat yang tidak diperlukan tubuh.
Inovasi AceKid: Susu Segar Tanpa Maltodekstrin
Merespons kebutuhan pasar akan nutrisi berkualitas, FEIHE International bekerja sama dengan MAKUKU resmi meluncurkan produk AceKid di Indonesia. Produk ini diklaim sebagai pionir susu formula yang menggunakan susu segar (natural whole milk) sebagai bahan utama.
Keunggulan utama dari AceKid adalah transparansi sumber bahan baku yang dapat ditelusuri langsung oleh konsumen. Formulasinya juga dirancang bersih tanpa tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, maupun perisa buatan.
Leng Youbin menyatakan bahwa AceKid hadir sebagai bentuk komitmen dalam memberikan edukasi nutrisi bagi keluarga Indonesia. Ia menekankan tiga pilar utama kualitas produk mereka, yaitu sumber yang baik, formula yang tepat, dan daya serap optimal.
Dukungan riset yang kuat juga menjadi landasan utama pengembangan produk ini melalui FEIHE Research Institute. Mereka terus memantau kebutuhan nutrisi anak yang berkembang dinamis serta memastikan standar produksi tetap terjaga tinggi.
Data Pendukung Riset FEIHE International
Untuk memberikan gambaran mengenai dedikasi perusahaan terhadap sains, berikut adalah rangkapan pencapaian riset yang telah dilakukan oleh FEIHE di skala global.
Pencapaian ilmiah yang mendukung kualitas produk adalah sebagai berikut :
| Kategori Riset | Jumlah / Pencapaian |
|---|---|
| Program Riset Nasional | Lebih dari 40 Program |
| Publikasi Ilmiah Terindeks SCI | 117 Dokumen |
| Paten yang Dimiliki | 847 Paten |
| Uji Klinis yang Diselesaikan | 12 Uji Klinis |
| Kontribusi Standar Industri | 66 Standar |
Penelitian ini juga melibatkan institusi ternama dunia seperti Harvard Medical School serta universitas terkemuka di Beijing dan Tsinghua. Kolaborasi lintas negara dari tujuh institusi riset berbeda memastikan produk dikembangkan berdasarkan data yang valid.
Senior Scientist FEIHE International, Zhang Yang, menambahkan bahwa rekam jejak ilmiah ini adalah fondasi kepercayaan bagi konsumen. Semua inovasi yang dilakukan bertujuan untuk menciptakan standar kualitas yang berkelanjutan di masa depan.
Berkat komitmen terhadap inovasi tersebut, AceKid berhasil menyabet penghargaan Top Innovation Choice Award 2026. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan mereka menghadirkan susu formula dari susu segar dengan transparansi sumber bahan baku.