Sering Craving Manis Secara Mendadak? Ternyata Ini Penyebab Terbaru yang Mengejutkan 2026

Sering Craving Manis Secara Mendadak? Ternyata Ini Penyebab Terbaru yang Mengejutkan 2026
Foto: Sering Craving Manis Secara Mendadak? Ternyata Ini Penyebab Terbaru yang Mengejutkan 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Pernahkah Anda merasa sangat ingin menyantap cokelat, es krim, atau minuman manis secara tiba-tiba meskipun perut tidak sedang lapar? Keinginan mendadak ini sering kali muncul di tengah aktivitas harian, bahkan saat tubuh sebenarnya tidak memerlukan asupan energi tambahan.

Fenomena yang dikenal sebagai craving makanan manis ini menjadi tantangan besar di tengah menjamurnya produk pangan tinggi gula. Banyak orang bertanya-tanya, apa yang sebenarnya memicu tubuh untuk terus-menerus mencari sensasi rasa manis tersebut.

Health Communicator dari Kalbe Nutritionals, dr. Laurencia Ardi, MGizi, AIFO-K, memberikan penjelasan mendalam mengenai hal ini. Menurutnya, rasa manis memiliki efek psikologis kuat yang memberikan rasa nyaman dan kenikmatan tersendiri bagi yang mengonsumsinya.

"Karena memang rasa manis itu memberikan rasa yang nyaman kemudian yang enjoy, jadi itu yang seringkali dicari oleh konsumen bahwa rasa manis itu enak," ujar dr. Laurencia dalam sesi wawancara di acara detikcom Leaders Forum.

Diskusi yang bertajuk 'Jebakan Hidden Sugar: Ada di Mana-mana, Diam-diam Bikin Gendut' tersebut mengungkap bahwa daya tarik rasa manis bukan sekadar masalah selera. Ada mekanisme biologis yang bekerja di balik keinginan kuat untuk mengonsumsi gula.

Mengapa Rasa Manis Memberikan Efek Nyaman?

Rasa manis diketahui memiliki hubungan yang sangat erat dengan sistem penghargaan atau reward system yang ada di dalam otak manusia. Saat lidah mengecap rasa manis, reseptor khusus akan mengirimkan sinyal ke area otak yang mengatur motivasi serta perasaan senang.

Proses ini memicu pelepasan dopamin, yaitu senyawa kimia di otak yang bertanggung jawab atas munculnya sensasi puas dan bahagia. Akibatnya, otak akan mencatat pengalaman makan manis sebagai sesuatu yang positif dan cenderung ingin mengulanginya kembali.

Informasi mengenai mekanisme ini tercatat dalam Journal of Psychopharmacology tahun 2025 yang menyoroti bagaimana gula memengaruhi perilaku manusia. Ternyata, pengaruh gula terhadap otak jauh lebih kompleks dari yang kita bayangkan sebelumnya.

Selain melalui indra perasa di lidah, sebuah penelitian dalam jurnal Cell Metabolism tahun 2024 juga menunjukkan adanya jalur komunikasi unik antara usus dan otak. Saluran pencernaan manusia ternyata memiliki kemampuan khusus untuk mendeteksi keberadaan gula secara langsung.

Ketika gula masuk ke saluran cerna, jalur saraf tertentu akan aktif dan mengirimkan perintah ke otak untuk melepaskan dopamin. Hal inilah yang membuat makanan manis terasa jauh lebih memuaskan jika dibandingkan dengan jenis makanan lainnya.

Kondisi ini menjelaskan mengapa seseorang sering kali merasa craving makanan manis setelah melewati hari yang panjang dan melelahkan. Motivasi utamanya sering kali bukan karena lapar secara fisik, melainkan untuk mengaktifkan sistem penghargaan otak demi mendapatkan rasa nyaman.

Menghadapi Craving dengan Kesadaran Penuh

Merasakan keinginan untuk mengonsumsi sesuatu yang manis sebenarnya adalah hal yang sangat manusiawi dan wajar terjadi. Sensasi menyenangkan yang dihasilkan membuat banyak orang sulit untuk berpaling dari camilan atau minuman manis.

Meski demikian, dr. Laurencia mengingatkan pentingnya untuk tetap waspada terhadap jumlah gula yang masuk ke dalam tubuh. Masalahnya, asupan gula tidak hanya ditemukan pada makanan penutup, tetapi juga tersembunyi di berbagai produk kemasan sehari-hari.

Tips dari ahli untuk mengelola keinginan mengonsumsi gula dengan bijak:

  • Menerapkan pola makan sadar atau mindful eating dalam kehidupan sehari-hari agar lebih kritis terhadap asupan nutrisi.
  • Membaca label informasi nilai gizi pada setiap produk kemasan untuk mendeteksi adanya kandungan gula tersembunyi.
  • Memahami perbedaan antara rasa lapar fisik yang sebenarnya dengan rasa lapar emosional yang memicu craving.
  • Mengontrol porsi konsumsi makanan manis agar tidak melebihi batas asupan harian yang dianjurkan oleh pakar kesehatan.

Penjelasan di atas menekankan bahwa kesadaran penuh terhadap apa yang kita makan merupakan kunci utama dalam menjaga kesehatan. Dr. Laurencia menegaskan bahwa mindful eating sangat krusial agar kita sadar sepenuhnya atas zat yang masuk ke tubuh.

"Yang pertama itu mindful eating itu sangat penting. Jadi kita itu harus sadar penuh apa makanan yang masuk ke dalam tubuh kita," jelas dr. Laurencia kepada peserta forum.

Pendekatan mindful eating mengajak setiap individu untuk tidak hanya mengejar rasa enak, tetapi juga memahami komposisi gizi dari makanan tersebut. Dengan begitu, kita bisa lebih waspada terhadap "hidden sugar" atau gula tersembunyi yang sering kali luput dari perhatian pembeli.

Gula tersembunyi ini sering ditemukan dalam berbagai produk olahan yang mungkin tidak terasa terlalu manis namun memiliki kadar glukosa tinggi. Tanpa adanya pengawasan mandiri, akumulasi gula dari berbagai produk kemasan ini bisa berdampak buruk bagi metabolisme tubuh.

Oleh karena itu, ketika rasa craving itu muncul, Anda sebenarnya tetap diperbolehkan untuk menikmati makanan atau minuman manis tersebut. Namun, kuncinya adalah melakukannya secara sadar dengan tetap memperhatikan porsi serta kandungan gula di dalamnya.

Dengan menerapkan prinsip kesadaran ini, kenikmatan dari rasa manis tetap bisa dirasakan tanpa harus mengorbankan kesehatan jangka panjang. Keseimbangan antara memenuhi keinginan psikologis dan menjaga kebutuhan fisik adalah cara terbaik dalam menghadapi godaan makanan manis.

Berikut adalah ringkasan mengenai alasan biologis dan cara menyikapi keinginan makan manis berdasarkan diskusi tersebut:

Aspek Penyebab Craving Mekanisme yang Terjadi Saran Tindakan
Sistem Penghargaan Otak Pelepasan dopamin menciptakan sensasi puas dan bahagia. Sadari bahwa keinginan tersebut sering kali bersifat emosional.
Jalur Usus-Otak Saraf di usus mendeteksi gula dan memicu rasa nyaman. Pilih sumber manis yang lebih alami seperti buah-buahan.
Faktor Psikologis Rasa manis memberikan efek relaksasi saat stres atau lelah. Gunakan teknik mindful eating untuk mengontrol porsi makan.
Hidden Sugar Banyak produk kemasan mengandung gula yang tidak disadari. Selalu baca label nutrisi sebelum membeli produk pangan.

Tabel di atas merangkum poin-poin penting mengenai mengapa tubuh kita bereaksi sedemikian rupa terhadap gula. Dengan memahami cara kerja tubuh, diharapkan masyarakat bisa lebih bijak dalam mengatur pola konsumsi harian mereka demi kesehatan yang lebih baik.

Artikel terkait

Rekomendasi