Benarkah Telur Omega-3 Tak Boleh Didadar? Simak Fakta Terbaru 2026 Ini

Benarkah Telur Omega-3 Tak Boleh Didadar? Simak Fakta Terbaru 2026 Ini
Foto: Benarkah Telur Omega-3 Tak Boleh Didadar? Simak Fakta Terbaru 2026 Ini. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Telur omega-3 menjadi pilihan populer bagi masyarakat yang menginginkan asupan asam lemak lebih tinggi dibandingkan telur ayam biasa. Namun, belakangan muncul kekhawatiran mengenai metode pengolahannya, terutama anggapan bahwa telur ini tidak boleh didadar karena suhu panas dikhawatirkan merusak nutrisinya.

Keresahan tersebut memicu banyak orang beralih ke metode merebus telur omega-3 demi menjaga kualitas gizinya. Padahal, telur adalah sumber protein fleksibel yang lazim diolah dengan berbagai teknik, mulai dari digoreng mata sapi, diorak-arik, hingga dibuat telur dadar yang praktis.

Pertanyaan besarnya adalah apakah proses menggoreng telur benar-benar mampu menghilangkan manfaat kesehatan dari kandungan omega-3 tersebut? Mari kita bedah berdasarkan data ilmiah dan fakta nutrisi yang ada.

Dampak Suhu Memasak Terhadap Kadar Omega-3

Berdasarkan studi yang dimuat dalam jurnal Food Science & Nutrition tahun 2015, peneliti membedah perbandingan asam lemak pada telur omega-3 melalui berbagai teknik memasak. Penelitian ini memberikan gambaran jelas bahwa struktur nutrisi telur cukup tangguh menghadapi panas dapur.

Pada kondisi mentah, total asam lemak omega-3 yang terdeteksi adalah sekitar 15,3 persen. Menariknya, saat telur direbus selama 4 menit, angkanya justru tercatat sedikit meningkat menjadi 16,9 persen.

Berikut adalah ringkasan data kandungan omega-3 berdasarkan durasi dan cara pengolahan telur:

Metode Memasak Kandungan Omega-3 (%)
Telur Mentah 15,3%
Rebus (4 Menit) 16,9%
Telur Ceplok (Au Plat) 16,2%
Telur Orak-arik (Scrambled) 14,6%
Rebus (10 Menit) 14,8%
Rebus (15 Menit) 13,7%
Custard (Pemanasan Lama) 11,1%

Tabel di atas menunjukkan bahwa metode memasak standar seperti menceplok atau mengorak-arik tidak mengubah kadar omega-3 secara drastis. Penurunan baru terlihat cukup signifikan jika telur dimasak dalam waktu yang sangat lama.

Sebagai contoh, ketika telur diolah menjadi custard yang membutuhkan durasi pemanasan panjang, kadar omega-3 merosot hingga ke angka 11,1 persen. Selain itu, kandungan asam alfa-linolenat (ALA) juga ikut turun dari 12,7 persen menjadi hanya 8,8 persen saja.

Hasil penelitian lain yang terbit di Journal of the Science of Food and Agriculture pada tahun 2022 memperkuat temuan tersebut. Studi itu menyebutkan bahwa kenaikan suhu yang ekstrem dan durasi masak yang terlalu lama memang berdampak pada penyusutan nutrisi.

Selain asam lemak omega-3, komponen lain seperti vitamin E serta asam amino esensial juga berisiko berkurang jika terpapar panas berlebih. Namun, untuk pengolahan sehari-hari yang singkat, kandungan nutrisi utama pada telur omega-3 dinilai masih tetap terjaga dengan baik.

Alasan di Balik Kekhawatiran Menggoreng Telur Omega-3

Munculnya pandangan bahwa telur omega-3 tidak boleh didadar sebenarnya memiliki dasar ilmiah terkait struktur kimia asam lemak. Omega-3 termasuk dalam kelompok polyunsaturated fatty acids (PUFA) atau asam lemak tak jenuh ganda yang memiliki banyak ikatan rangkap.

Struktur kimia yang unik ini membuat omega-3 bersifat lebih sensitif dan mudah mengalami oksidasi. Oksidasi dapat dipicu oleh berbagai faktor eksternal, seperti paparan cahaya, udara, dan yang paling utama adalah suhu panas saat memasak.

Kondisi inilah yang mendasari kekhawatiran banyak pihak bahwa proses penggorengan di atas wajan panas akan merusak manfaat kesehatan telur tersebut. Mereka takut lemak baik yang ada di dalamnya akan berubah menjadi tidak efektif setelah terkena minyak panas.

Namun, fakta dari berbagai riset membuktikan bahwa proses memasak rumahan yang umum dilakukan tidak lantas menghanguskan kandungan gizinya. Membuat telur dadar, ceplok, atau rebus masih merupakan cara yang aman untuk menikmati manfaat telur omega-3.

Kesimpulannya, Anda tidak perlu terpaku hanya pada metode merebus saja untuk mendapatkan nutrisi maksimal dari telur jenis ini. Telur omega-3 tetap boleh didadar selama proses memasaknya dilakukan dengan wajar dan tidak menggunakan suhu yang terlampau tinggi dalam waktu yang terlalu lama.

Hal terpenting dalam mengolah telur ini adalah menjaga durasi pemanasan agar tidak berlebihan. Dengan durasi masak yang pas, kandungan asam lemak esensial di dalamnya tetap dapat terserap optimal oleh tubuh untuk mendukung kesehatan jangka panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi