PT PP (Persero) Tbk atau PTPP baru saja merampungkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2025 yang digelar pada Selasa (19/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, terdapat tujuh poin utama yang dibahas, termasuk langkah strategis berupa perubahan Anggaran Dasar Perseroan.
Salah satu keputusan penting dalam rapat ini adalah persetujuan pemegang saham terkait pengalihan puluhan juta lembar saham Seri B. Sebanyak 31.619.477 lembar saham dialihkan dari PT Danantara Asset Management (Persero) kepada Badan Pengelola (BP) BUMN.
Langkah pengalihan ini bertujuan untuk mengubah status saham tersebut menjadi Saham Seri A Dwiwarna. Hal ini merupakan upaya perusahaan dalam mematuhi amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang BUMN.
Berdasarkan regulasi tersebut, Negara Republik Indonesia diwajibkan memiliki 1 persen saham Seri A Dwiwarna pada setiap BUMN melalui Kepala BP BUMN. Penyesuaian ini memastikan struktur kepemilikan negara tetap sesuai dengan ketentuan hukum terbaru.
Susunan Manajemen Baru PTPP
Selain menetapkan perubahan anggaran dasar, RUPST juga meresmikan jajaran pengurus baru di tingkat dewan komisaris dan direksi. Berikut adalah susunan manajemen terbaru PT PP (Persero) Tbk berdasarkan hasil rapat tersebut:
Daftar Anggota Dewan Komisaris PTPP :
- Komisaris Utama / Komisaris Independen: Dhony Rahajoe
- Komisaris: Setya Nugraha
- Komisaris: Aisyah Zakiyyah
- Komisaris: Giri Suprapdiono
- Komisaris Independen: Tjia Marwan
- Komisaris Independen: Ain Rika Armina
Jajaran komisaris ini bertugas melakukan pengawasan atas jalannya kebijakan perusahaan serta memberikan arahan strategis bagi manajemen. Sementara itu, posisi kepemimpinan operasional diisi oleh para profesional di bidangnya masing-masing.
Daftar Anggota Direksi PTPP :
- Direktur Utama: Novel Arsyad
- Direktur Keuangan: Faizal Rahmad
- Direktur Manajemen Risiko & Legal: Tommy Wiranata A
- Direktur Strategi Korporasi dan HCM: I Gede Upeksa Negara
- Direktur Operasi Bidang Infrastruktur: Yul Ari Pramuraharjo
- Direktur Operasi Bidang Gedung: Yuyus Juarsa
Susunan direksi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar lini bisnis untuk mencapai target perusahaan di masa mendatang. Fokus pada manajemen risiko dan strategi korporasi menjadi poin penting dalam struktur baru ini.
Kinerja Kontrak dan Segmentasi Bisnis
Sepanjang tahun buku 2025, PTPP menunjukkan performa yang solid dengan mengantongi nilai kontrak baru mencapai Rp24,95 triliun. Capaian ini mencerminkan kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap kualitas pengerjaan proyek perseroan.
Sumber pendanaan untuk kontrak baru tersebut berasal dari berbagai sektor dengan proporsi yang beragam. Proyek pemerintah masih mendominasi perolehan kontrak perusahaan sepanjang periode tersebut.
Rincian Sumber Pendanaan Kontrak Baru :
| Sumber Pendanaan | Persentase Kontribusi |
|---|---|
| Proyek Pemerintah | 45% |
| Proyek BUMN | 35% |
| Proyek Swasta | 20% |
Data di atas memperlihatkan bahwa PTPP masih sangat kuat dalam mendukung program-program pembangunan infrastruktur nasional. Di sisi lain, kontribusi dari sektor BUMN dan swasta juga memberikan keseimbangan pada portofolio perusahaan.
Jika menilik dari segmentasi usahanya, sektor gedung menjadi penyumbang terbesar dalam perolehan proyek baru tersebut. Diikuti oleh sektor jalan dan jembatan yang tetap menjadi salah satu kekuatan utama PTPP.
Distribusi Kontrak Berdasarkan Sektor Usaha :
- Sektor Gedung: 35%
- Jalan dan Jembatan: 16%
- Pertambangan: 12%
- Power Plant: 11%
- Pelabuhan: 10%
- Irigasi: 6%
- Bendungan: 4%
- Minyak dan Gas: 3%
- Industri: 2%
- Bandara: 1%
Keberagaman sektor ini menunjukkan kemampuan PTPP dalam menangani berbagai macam proyek konstruksi dengan kompleksitas yang berbeda-beda. Hal ini sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu pemimpin pasar konstruksi di Indonesia.