Viral, Bocah 12 Tahun di Bandung Barat Idap Diabetes Tipe 1: Simak Gejalanya!

Viral, Bocah 12 Tahun di Bandung Barat Idap Diabetes Tipe 1: Simak Gejalanya!
Foto: Viral, Bocah 12 Tahun di Bandung Barat Idap Diabetes Tipe 1: Simak Gejalanya!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kisah seorang anak berusia 12 tahun asal Bandung Barat yang mengidap diabetes tipe 1 menjadi perhatian netizen setelah viral di media sosial Instagram. Sang ibu, Dicka Armitasari (38), membagikan perjuangan putrinya yang berinisial A dalam mengelola kondisi kesehatan tersebut.

Putrinya kini harus rutin melakukan pemeriksaan kadar gula darah setiap hari demi menjaga kondisi tubuhnya tetap stabil. Dicka mulai menyadari kondisi kesehatan anaknya yang tidak biasa sejak setahun yang lalu.

Kronologi Diagnosis Diabetes Tipe 1

Anak berinisial A pertama kali terdiagnosis mengidap diabetes tipe 1 pada April 2025, tepat saat ia menginjak usia 11 tahun. Penyakit ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan diabetes tipe 2 yang biasanya dipicu oleh gaya hidup tidak sehat.

Berdasarkan penjelasan tim medis kepada Dicka, kondisi yang dialami putrinya merupakan masalah autoimun. Dalam kasus ini, sistem kekebalan tubuh justru menyerang pankreas sehingga organ tersebut tidak bisa memproduksi insulin.

Dicka menegaskan bahwa penyakit anaknya bukan disebabkan oleh konsumsi gula yang berlebihan atau faktor keturunan langsung. Informasi ini ia bagikan untuk meluruskan persepsi keliru yang sering beredar di masyarakat mengenai diabetes pada anak.

Gejala Awal yang Dialami

Sebelum mendapatkan diagnosis resmi dari dokter, A sempat menunjukkan sejumlah gejala klasik yang mengarah pada penyakit diabetes. Beberapa tanda tersebut sempat membuat sang ibu merasa khawatir dan curiga.

Berikut adalah beberapa gejala yang dialami oleh A sebelum dinyatakan mengidap diabetes tipe 1:

  • Frekuensi buang air kecil yang meningkat pesat, terutama pada malam hari.
  • Rasa haus yang muncul terus-menerus meski sudah minum banyak air.
  • Penurunan berat badan secara drastis padahal nafsu makan tetap tinggi.
  • Tubuh terasa sangat lemas dan tidak bertenaga.
  • Aroma napas yang tercium seperti bau buah yang manis.

Awalnya, Dicka mengira putrinya hanya merasa kelelahan akibat aktivitas harian yang padat. Namun, gejala yang menetap membuat ia memutuskan untuk segera membawa anaknya ke fasilitas kesehatan.

Misi Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

Melalui konten yang diunggah di akun Instagram @dickaarmitasari, ia berharap dapat mengedukasi masyarakat tentang perbedaan diabetes tipe 1 dan tipe 2. Dicka ingin publik paham bahwa kondisi ini bukan akibat pola makan yang salah semata.

Ia juga memiliki misi agar tidak ada lagi anak-anak dengan diabetes tipe 1 yang mendapatkan perundungan atau dikucilkan oleh lingkungan sekitar. Dukungan moral dianggap sangat penting bagi kesehatan mental anak yang sedang berjuang.

Dicka berharap putrinya tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan menyadari bahwa ia tidak berjuang sendirian. A bahkan memiliki cita-cita mulia untuk menjadi dokter anak di masa depan.

Melalui impian tersebut, A ingin membantu sesama penyintas diabetes tipe 1 agar bisa menjalani hidup dengan lebih baik. Kisah ini menjadi pengingat bagi para orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan kondisi fisik anak sejak dini.

Artikel terkait

Rekomendasi