PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) secara resmi mengumumkan rencana penghapusan skema langganan GoRide Hemat bagi para mitra pengemudi ojek online mereka. Keputusan strategis ini diambil sebagai langkah perusahaan dalam menyesuaikan operasional dengan kebijakan terbaru dari pemerintah.
Sebelumnya, fitur langganan ini mengharuskan pengemudi membayar biaya tertentu untuk mendapatkan akses ke tarif atau struktur pendapatan yang berbeda dari layanan reguler. Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menyatakan bahwa program tersebut akan segera dihentikan dalam waktu dekat.
Evaluasi Program GoRide Hemat
Hans menjelaskan bahwa program langganan ini awalnya dimulai melalui uji coba terbatas pada November 2025 lalu. Setelah fase awal tersebut, Gojek kemudian memperluas jangkauan program ke seluruh wilayah Indonesia sejak Februari 2026.
Namun, setelah berjalan selama tiga bulan secara nasional, pihak manajemen melakukan evaluasi mendalam terhadap dampak program ini. Hasil kajian menunjukkan perlunya perubahan demi menjaga keseimbangan dan kesejahteraan jangka panjang para mitra driver.
Manajemen menilai bahwa penghapusan skema berbayar bagi pengemudi ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan pendapatan mereka. Dengan kebijakan baru ini, diharapkan para mitra pengemudi dapat bekerja dengan beban biaya operasional yang lebih ringan.
Penyesuaian Potongan Menjadi 8 Persen
Menyusul penghapusan sistem langganan, mekanisme bagi hasil pada layanan GoRide Hemat nantinya akan disetarakan dengan layanan GoRide Reguler. Gojek akan menerapkan potongan tetap sebesar 8 persen untuk setiap perjalanan yang dilakukan oleh mitra.
Langkah ini merupakan respon cepat GOTO dalam menjalankan instruksi pemerintah terkait penurunan potongan bagi hasil dari yang sebelumnya mencapai 20 persen. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan bersih yang diterima oleh para driver ojek online di lapangan.
Berikut adalah poin-poin utama mengenai perubahan kebijakan layanan GoRide Hemat:
- Skema biaya langganan untuk mitra pengemudi resmi dihapuskan secara menyeluruh.
- Besaran potongan bagi hasil disesuaikan menjadi 8 persen per perjalanan sesuai arahan pemerintah.
- Akan ada penyesuaian harga di sisi konsumen, namun tetap dalam batas yang sangat terbatas.
- Implementasi kebijakan baru akan dilakukan secepat mungkin setelah payung hukum diterbitkan.
Perubahan ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem transportasi online yang lebih adil bagi pengemudi sekaligus tetap kompetitif bagi para pelanggan. Pihak GoTo menegaskan bahwa kesejahteraan mitra tetap menjadi prioritas dalam setiap pengambilan keputusan bisnis mereka.
Dampak Terhadap Tarif Konsumen
Terkait perubahan struktur ini, Hans mengakui akan ada sedikit penyesuaian harga pada layanan GoRide Hemat untuk pengguna aplikasi. Meski demikian, ia menjamin kenaikan tarif tersebut akan dilakukan secara terukur agar tetap terjangkau oleh masyarakat luas.
Gojek memastikan bahwa keterjangkauan harga bagi pelanggan tetap menjadi fokus utama perusahaan dalam melakukan penyesuaian. Perusahaan berusaha menjaga agar perubahan harga tidak memberatkan konsumen yang selama ini mengandalkan layanan hemat tersebut.
Ringkasan perbandingan skema lama dan skema baru untuk mitra driver:
| Komponen Kebijakan | Skema Lama | Skema Baru (Segera Berlaku) |
|---|---|---|
| Biaya Langganan Driver | Berbayar (Sistem Langganan) | Gratis / Dihapuskan |
| Potongan Perjalanan | Hingga 20 Persen | Flat 8 Persen |
| Harga untuk Konsumen | Tarif Hemat Standar | Penyesuaian Terbatas (Terukur) |
Tabel di atas menunjukkan transisi kebijakan yang dilakukan Gojek untuk mendukung regulasi terbaru sekaligus meningkatkan daya saing di industri ojek online. Penyesuaian ini diharapkan membawa dampak positif bagi seluruh pemangku kepentingan di dalam ekosistem GoTo.
Menanti Terbitnya Peraturan Presiden
Mengenai waktu pasti pemberlakuan kebijakan potongan 8 persen ini, manajemen GoTo menyatakan masih menunggu instruksi resmi dari pemerintah. Perusahaan saat ini sedang menanti terbitnya Perpres 27/2026 yang akan mengatur detail teknis mengenai operasional transportasi online.
Persiapan internal terus dilakukan agar saat regulasi tersebut resmi diundangkan, Gojek bisa langsung mengimplementasikannya secara serentak. Hans berharap kebijakan ini nantinya benar-benar mampu memberikan manfaat nyata dalam menjaga stabilitas ekonomi para mitra pengemudi di seluruh Indonesia.