Mata yang tampak menonjol sering kali dianggap sebagai ciri fisik bawaan. Namun, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan serius, seperti penyakit mata tiroid atau thyroid eye disease (TED).
Tri Wahyu, dokter spesialis mata dari Universitas Padjadjaran, menjelaskan bahwa gangguan ini memiliki ciri bola mata yang lebih menonjol. Menurut Tri, sekitar setengah dari pasien dengan gangguan tiroid berpotensi mengalami TED.
Umumnya, TED terjadi pada mereka yang memiliki kondisi hipertiroid, di mana kadar hormon tiroid dalam tubuh terlalu tinggi. Sekitar 90 persen dari mereka dengan TED mengalami hipertiroid, walaupun beberapa juga memiliki kadar hormon tiroid yang normal atau bahkan rendah.
Apa itu thyroid eye disease?
Thyroid eye disease adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada otot serta jaringan lemak di sekitar mata. Kondisi ini sering dikaitkan dengan hipertiroidisme.
Antibodi yang menyerang kelenjar tiroid juga dapat memengaruhi jaringan di sekitar mata, menyebabkan berbagai gangguan penglihatan dan perubahan pada bentuk mata. Akibatnya, otot-otot di sekitar mata membengkak dan bola mata terdorong ke depan.
Gejala lain TED yang mengganggu aktivitas
Tidak hanya mata melotot, gejala lain dari TED termasuk penglihatan ganda, kesulitan menutup kelopak mata, mata juling, dan gangguan pergerakan bola mata. Gejala awal dari gangguan tiroid ini sering kali tidak spesifik dan bisa terlewatkan.
Beberapa tanda yang umum meliputi tangan tremor, berkeringat berlebihan di malam hari, kesulitan menaikkan berat badan meski nafsu makan meningkat, dan frekuensi buang air besar yang sering.
Karena sering dianggap remeh, banyak pasien baru menyadari adanya gangguan setelah perubahan pada mata muncul. "Hipertiroid ini sering baru disadari saat gejala spesifik muncul di mata. Banyak pasien datang lebih dulu ke dokter mata," ujar Tri.
Perempuan di atas 40 tahun lebih berisiko
Tri menjelaskan bahwa perempuan berusia di atas 40 tahun memiliki risiko lima kali lebih besar mengalami TED dibandingkan kelompok lainnya. Risiko ini dipengaruhi oleh riwayat genetik, stres, dan kebiasaan merokok.
Paparan asap rokok juga bisa memperparah atau memicu munculnya TED. Bagi mereka yang berisiko dan mengalami perubahan mata, disarankan segera memeriksakan diri untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Penyakit mata tiroid tidak hanya memengaruhi penglihatan, tetapi juga kondisi psikologis dan kualitas hidup. Tri mencatat banyak pasien TED merasa minder dan kehilangan kepercayaan diri karena perubahan pada penampilan mata.
Oleh karena itu, deteksi dini dan pengobatan yang tepat sangat penting. "Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat memberikan hasil optimal, baik dalam fungsi kelopak mata maupun aspek estetika," terang Tri.