IHSG Sesi I Ambles 3,08 Persen, Sektor Energi dan Tambang Jadi Pemicu Utama

IHSG Sesi I Ambles 3,08 Persen, Sektor Energi dan Tambang Jadi Pemicu Utama
Foto: Ilustrasi IHSG Sesi I Ambles 3,08 Persen, Sektor Energi dan Tambang Jadi Pemicu Utama.
Ukuran teks

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada penutupan sesi pertama perdagangan hari Selasa (19/5/2026). Indeks dilaporkan anjlok signifikan sebesar 3,08 persen hingga terperosok ke posisi 6.396.

Pelemahan tajam ini didominasi oleh aksi jual besar-besaran yang menyasar saham-saham di sektor energi dan pertambangan. Kondisi tersebut membuat kinerja bursa domestik tertahan di zona merah sepanjang paruh pertama hari ini.

Sektor Tambang dan Energi Pimpin Penurunan

Sejumlah emiten komoditas raksasa mencatatkan koreksi harga yang cukup dalam selama perdagangan berlangsung. PT Indika Energy Tbk (INDY) tercatat menjadi beban utama dengan penurunan mencapai 14,7 persen.

Tren negatif ini juga diikuti oleh PT Timah Tbk (TINS) yang menyusut 14,36 persen dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang melemah 12 persen. Selain itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turut terkoreksi sebesar 10,1 persen.

Daftar emiten yang mengalami koreksi paling tajam pada sesi pertama:

  • PT Indika Energy Tbk (INDY): Turun 14,7 persen.
  • PT Timah Tbk (TINS): Turun 14,36 persen.
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Turun 12 persen.
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Turun 10,1 persen.

Koreksi yang dialami perusahaan-perusahaan besar tersebut memberikan efek domino pada pelemahan indeks sektoral energi dan bahan dasar secara keseluruhan. Akibatnya, hampir semua indeks sektoral di bursa berada dalam posisi tertekan.

Statistik Pergerakan Pasar

IHSG sebenarnya mengawali perdagangan hari ini pada level 6.599,213 dan sempat menguat tipis ke titik tertinggi 6.635,127. Namun, indeks kemudian berbalik arah hingga menyentuh titik terendah di level 6.376,343 sebelum penutupan sesi satu.

Dominasi aksi jual terlihat jelas dari banyaknya saham yang berjatuhan dibandingkan dengan saham yang berhasil menguat. Data bursa menunjukkan ketimpangan yang cukup signifikan antara jumlah saham yang naik dan yang turun.

Berikut adalah ringkasan data perdagangan IHSG pada sesi satu:

Kategori Data Keterangan
Jumlah Saham Melemah 611 Saham
Jumlah Saham Menguat 96 Saham
Jumlah Saham Stagnan 107 Saham
Total Nilai Transaksi Rp 15,131 Triliun
Volume Perdagangan 27,962 Miliar Saham

Aktivitas pasar tercatat sangat padat dengan frekuensi transaksi mencapai 1,73 juta kali. Kondisi ini secara otomatis memangkas nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi Rp 11.160 triliun.

Kondisi Bursa Asia dan Global

Situasi di pasar modal Indonesia terpantau kontras dengan mayoritas bursa di kawasan Asia yang justru bergerak di zona hijau. Kenaikan di beberapa bursa regional dipicu oleh penurunan harga minyak dunia yang mengurangi kekhawatiran para investor global.

Meskipun demikian, tekanan belum sepenuhnya hilang dari kawasan Asia karena bursa Tokyo dan Seoul masih bergerak di zona merah. Para pelaku pasar tetap mencermati dinamika ekonomi global yang dapat memengaruhi pergerakan aset berisiko ke depannya.

Artikel terkait

Rekomendasi