IHSG Parkir di Zona Merah ke 6.905, Saham BMRI hingga CUAN Tumbang

IHSG Parkir di Zona Merah ke 6.905, Saham BMRI hingga CUAN Tumbang
Foto: Ilustrasi IHSG Parkir di Zona Merah ke 6.905, Saham BMRI hingga CUAN Tumbang.
Ukuran teks

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan pada Senin (11/5/2026) dengan berada di zona merah. Pergerakan pasar modal Indonesia hari ini menunjukkan pelemahan yang cukup signifikan di tengah berbagai sentimen domestik maupun global.

Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tercatat merosot sebesar 0,92 persen dan parkir di level 6.905,62. Penurunan ini juga menyeret sejumlah saham penggerak pasar atau big caps yang selama ini menjadi perhatian para investor.

Beberapa emiten besar seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), dan PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) mengalami koreksi harga. Saham-saham tersebut terus menunjukkan tren melemah hingga penutupan perdagangan sore hari tadi.

Sepanjang jam perdagangan hari ini, IHSG terpantau berfluktuasi di rentang level tertinggi 7.001,68 hingga menyentuh level terendah pada posisi 6.846,63. Dinamika pasar ini menggambarkan adanya tekanan jual yang cukup kuat dari para pelaku pasar modal.

Tercatat sebanyak 463 saham mengalami penurunan harga, sementara 263 saham lainnya berhasil menguat di tengah tekanan indeks. Selain itu, terdapat 233 saham yang posisinya tidak beranjak atau stagnan dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Daftar Saham Paling Tertekan dan Paling Melaju

Di jajaran saham penghuni indeks LQ45, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menjadi pemimpin koreksi dengan penurunan tajam sebesar 8,21 persen. Harga saham BMRI terkoreksi hingga ke level Rp4.250 pada penghujung perdagangan sesi kedua.

Pelemahan ini kemudian diikuti oleh saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang harganya terpangkas 8,04 persen menjadi Rp1.030 per lembar. PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) juga tidak luput dari koreksi setelah turun 3,59 persen ke posisi Rp805.

Berikut adalah beberapa emiten lain yang turut mengalami pelemahan harga pada perdagangan Senin ini:

  • PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK): Mengalami penurunan sebesar 3,29 persen sehingga harganya berada di level Rp735.
  • PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF): Saham farmasi ini terkoreksi 3,26 persen dan ditutup pada level Rp890 per lembar.
  • PT Barito Pacific Tbk. (BRPT): Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu ini melemah 3,17 persen ke level Rp1.985.

Data tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual merata di berbagai sektor, mulai dari perbankan, energi, hingga kesehatan. Namun, di tengah kondisi pasar yang sedang lesu, terdapat beberapa emiten yang justru mencatatkan kinerja harga sangat impresif.

PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) memimpin penguatan dengan lonjakan harga mencapai 11,06 persen ke level Rp6.025. Selain itu, PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) juga menguat 6,03 persen dan berakhir pada level Rp615 per saham.

Saham blue chip PT Astra International Tbk. (ASII) turut memberikan angin segar dengan kenaikan harga sebesar 3,86 persen ke Rp6.050. Pergerakan positif ini menjadi penyeimbang bagi sebagian portofolio investor di tengah penurunan indeks secara keseluruhan.

Berikut adalah rangkuman beberapa saham yang berhasil menguat signifikan sepanjang hari ini:

  • PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI): Saham sektor ritel ini mencatatkan kenaikan sebesar 3,44 persen ke posisi Rp1.505.
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA): Berhasil menguat tipis 3,24 persen dan berakhir di level harga Rp2.870.
  • PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM): Saham pertambangan ini naik 1,93 persen hingga menyentuh harga Rp3.700 per lembar.

Kenaikan sejumlah saham di sektor pertambangan dan mineral menunjukkan adanya minat investor terhadap komoditas tertentu. Hal ini terjadi meskipun IHSG secara kolektif mengalami penurunan di bawah level 7.000.

Analisis Pergerakan IHSG dan Proyeksi Pasar

Sebelum penutupan hari ini, Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, memang telah memprediksi adanya pelemahan IHSG. Ia memperkirakan indeks akan menguji titik dukungan atau level support pada kisaran 6.900 hingga 6.920.

Koreksi yang terjadi saat ini merupakan kelanjutan dari tren negatif pada pekan lalu yang turun 2,86 persen ke 6.969. Menurut Reza, para pelaku pasar saat ini sedang mencermati beberapa isu strategis terkait kebijakan industri mineral.

Fokus utama pasar tertuju pada perkembangan kenaikan royalti mineral yang diperkirakan akan berdampak pada beban operasional emiten terkait. Selain itu, sentimen dari pasar global mengenai penyesuaian indeks MSCI juga menjadi perhatian besar.

Rangkuman poin teknikal dan sentimen penggerak pasar menurut analisis BRI Danareksa Sekuritas:

  • Uji Level Support: IHSG secara teknikal terus menguji tingkat dukungan penting di area 6.900 sampai dengan 6.920.
  • Isu Royalti Mineral: Pelaku pasar terus memantau kabar terbaru mengenai rencana kebijakan tarif royalti mineral domestik.
  • Indikator Ekonomi: Investor menantikan rilis data tingkat kepercayaan konsumen (consumer confidence) di Indonesia yang akan segera diumumkan.
  • Rebalancing MSCI: Pengumuman terkait penataan ulang atau rebalancing indeks MSCI pada 12 Mei 2026 menjadi faktor penentu arah pasar selanjutnya.

Reza menilai bahwa berbagai faktor tersebut secara kolektif membuat pergerakan indeks menjadi lebih terbatas dan cenderung terkoreksi. Penyesuaian portofolio oleh investor asing menjelang pengumuman MSCI seringkali memicu volatilitas tinggi di bursa.

Berikut adalah ringkasan perbandingan kinerja beberapa saham utama yang menjadi perhatian pasar pada hari ini:

Kode Emiten Harga Terakhir (Rp) Perubahan Persentase (%) Status Pergerakan
INCO 6.025 +11,06% Menguat Tajam
BMRI 4.250 -8,21% Melemah Signifikan
CUAN 1.030 -8,04% Melemah Signifikan
MBMA 615 +6,03% Menguat
ASII 6.050 +3,86% Menguat
ESSA 805 -3,59% Melemah

Tabel di atas memperlihatkan kontras yang cukup besar antara saham-saham di sektor mineral yang melonjak dengan sektor perbankan yang tertekan. Fenomena ini menunjukkan adanya rotasi sektor atau respons pasar terhadap berita spesifik industri.

Sebagai informasi penting bagi pembaca, ulasan mengenai pergerakan harga saham ini bukan merupakan ajakan untuk melakukan transaksi beli atau jual. Segala keputusan investasi dan risiko yang menyertainya merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing investor.

Ke depannya, arah gerak IHSG akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi nasional dan kepastian kebijakan dari pemerintah. Para investor disarankan untuk tetap waspada dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil tindakan di pasar modal.

Artikel terkait

Rekomendasi