Efisiensi Besar KB Bank 2026: 662 Karyawan Dipangkas, 21 Kantor Cabang Resmi Tutup Berjamaah

Efisiensi Besar KB Bank 2026: 662 Karyawan Dipangkas, 21 Kantor Cabang Resmi Tutup Berjamaah
Foto: Efisiensi Besar KB Bank 2026: 662 Karyawan Dipangkas, 21 Kantor Cabang Resmi Tutup Berjamaah. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Bank KB Indonesia Tbk. atau KB Bank tengah melakukan langkah efisiensi besar-besaran terhadap struktur organisasi dan jaringan operasional mereka. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, bank yang terafiliasi dengan Kookmin Bank asal Korea Selatan ini mencatatkan pengurangan jumlah karyawan serta penutupan puluhan kantor cabang pembantu.

Hingga akhir Maret 2026, total pegawai KB Bank tercatat sebanyak 2.265 orang, baik untuk status karyawan tetap maupun tidak tetap. Angka tersebut menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 2.927 orang.

Setidaknya ada 662 karyawan yang telah berkurang, atau menyusut sekitar 22 persen dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Selain pada aspek sumber daya manusia, perampingan juga menyasar jaringan fisik kantor cabang pembantu (KCP) di berbagai wilayah.

Rincian mengenai perubahan jaringan operasional dan fasilitas layanan KB Bank per kuartal I-2026 adalah sebagai berikut:

  • Kantor Cabang Pembantu (KCP): Mengalami pengurangan sebanyak 21 unit, sehingga saat ini hanya tersisa 120 unit dari sebelumnya 141 unit.
  • Kantor Cabang: Mengalami kenaikan tipis sebanyak 1 unit menjadi 29 kantor cabang per Maret 2026.
  • Anjungan Tunai Mandiri (ATM): Mengalami pertumbuhan sangat pesat dari semula hanya 31 unit menjadi 154 unit dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Peningkatan jumlah ATM yang cukup drastis tersebut menunjukkan upaya bank untuk tetap memberikan akses layanan fisik namun dengan cara yang lebih efisien dibandingkan operasional kantor cabang. Transformasi ini sengaja dilakukan demi menjaga keberlanjutan bisnis bank di tengah era digitalisasi perbankan yang semakin masif.

Strategi Transformasi dan Fokus Layanan Digital

Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, memberikan penjelasan bahwa kebijakan optimalisasi tenaga kerja dan penyesuaian kantor ini adalah bagian dari rencana transformasi jangka panjang. Tujuan utamanya adalah membentuk organisasi yang lebih lincah, tangguh, dan mampu beradaptasi dengan kondisi pasar yang terus berubah.

Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan dinamika industri keuangan serta pergeseran gaya hidup nasabah yang kini lebih banyak mengadopsi layanan digital. Menurut Kunardy, seluruh proses restrukturisasi ini telah mengikuti regulasi yang berlaku dan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

KB Bank bertekad untuk terus memperkuat infrastruktur digital mereka guna meningkatkan produktivitas jaringan yang ada saat ini. Strategi tersebut merupakan kombinasi antara optimalisasi kantor fisik dan peningkatan kualitas kanal digital untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para nasabah.

Kunardy juga menegaskan bahwa pasar Indonesia tetap menjadi prioritas utama bagi perusahaan dalam mengembangkan bisnis perbankannya. Pihak manajemen berkomitmen untuk terus menyediakan solusi keuangan yang aman dan berkualitas sembari mendukung pertumbuhan industri perbankan nasional.

Dinamika Pengunduran Diri di Jajaran Direksi

Di tengah proses transformasi ini, KB Bank juga menghadapi perubahan di level kepemimpinan setelah dua orang direktur memutuskan untuk mengundurkan diri secara hampir bersamaan. Manajemen menyatakan sangat menghargai keputusan tersebut dan memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi yang telah diberikan selama ini.

Kunardy memastikan bahwa mundurnya anggota direksi ini tidak akan mengganggu stabilitas perusahaan dalam melayani nasabah. Seluruh rencana strategi transformasi dan kegiatan operasional bank dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal tanpa kendala berarti.

Dua nama yang mengajukan pengunduran diri tersebut adalah Robby Mondong dan Dodi Widjajanto, yang suratnya diserahkan pada tanggal 3 Juni 2026. Robby Mondong sendiri baru menjabat sebagai Direktur Retail selama sekitar delapan bulan sejak diangkat melalui RUPSLB pada Oktober 2025.

Berikut adalah profil singkat mengenai dua direktur yang memutuskan untuk mundur dari posisinya:

Nama Direktur Jabatan Terakhir Latar Belakang Jabatan
Robby Mondong Direktur Retail Sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama sejak Juni 2021.
Dodi Widjajanto Direktur Kepatuhan & Risiko Telah memegang tanggung jawab di posisi tersebut sejak Desember 2022.

Melalui keterbukaan informasi, KB Bank menyebutkan bahwa keputusan akhir mengenai pengunduran diri ini akan diproses dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Robby Mondong sempat memberikan pernyataan singkat kepada media bahwa dirinya saat ini hanya ingin mengambil waktu untuk beristirahat sejenak.

Kinerja Keuangan dan Efisiensi Beban Perusahaan

Dari sisi performa keuangan, KB Bank membukukan laba bersih sebesar Rp10,7 miliar pada kuartal pertama tahun 2026 ini. Angka ini mengalami penurunan yang sangat dalam jika dibandingkan dengan perolehan laba tahun lalu yang mencapai Rp352 miliar pada periode yang sama.

Hal menarik terlihat pada pos beban gaji dan tunjangan karyawan yang justru mengalami peningkatan menjadi Rp196,23 miliar. Padahal, jumlah total karyawan telah berkurang signifikan dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang bebannya sebesar Rp166,03 miliar.

Namun, kebijakan efisiensi mulai terlihat hasilnya pada pos beban umum dan administrasi perusahaan yang berhasil ditekan. Hingga akhir Maret 2026, biaya tersebut turun menjadi Rp174,24 miliar dari yang sebelumnya mencapai Rp220,67 miliar.

Penyesuaian struktur ini diharapkan mampu membawa KB Bank menuju performa yang lebih stabil di masa depan. Meskipun menghadapi tantangan pada penurunan laba bersih, manajemen optimis langkah efisiensi ini akan memberikan dampak positif bagi kelangsungan usaha jangka panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi