Sebanyak 100.125 jemaah haji asal Indonesia saat ini telah menginjakkan kaki di Tanah Suci, baik yang berada di wilayah Madinah maupun Makkah, untuk menunaikan ibadah. Memasuki fase terbaru, jemaah haji yang tergabung dalam gelombang kedua mulai diberangkatkan secara langsung menuju Jeddah dan Makkah guna mempersiapkan diri menghadapi puncak rangkaian haji.
Ichsan Marsha, selaku Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), menyampaikan bahwa hingga hari ke-17 operasional penyelenggaraan haji atau Rabu (6/5/2026), total terdapat 103.690 jemaah dan 1.064 petugas dari 367 kloter yang telah bertolak ke Arab Saudi. Dari keseluruhan jumlah tersebut, data menunjukkan bahwa 100.125 jemaah serta 1.028 petugas yang termasuk dalam 258 kelompok terbang telah mendarat dengan selamat di Madinah.
Dari jumlah jemaah yang sudah berada di Madinah, sebanyak 42.340 jemaah bersama 436 petugas yang tergabung dalam 109 kloter dilaporkan telah berpindah posisi dan tiba di kota suci Makkah. Setibanya di Makkah, para tamu Allah tersebut segera melaksanakan prosesi umrah wajib sebagai tahap awal sebelum berlanjut ke persiapan puncak ibadah di wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Data Kesehatan dan Statistik Jemaah Haji 2026
Ichsan, yang juga memegang tanggung jawab sebagai Kepala Bidang Media Center Haji (MCH) 2026 PPIH Arab Saudi, memberikan rincian lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan para jemaah selama berada di sana. Berdasarkan laporan terkini, terdapat ribuan jemaah yang memerlukan penanganan medis baik berupa rawat jalan, rujukan ke klinik kesehatan haji, maupun perawatan intensif di rumah sakit setempat.
| Kategori Penanganan Kesehatan | Jumlah Jemaah (Orang) |
|---|---|
| Jemaah Rawat Jalan | 14.919 |
| Dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) | 153 |
| Total Dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi | 271 |
| Masih Dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi | 72 |
Selain informasi mengenai jemaah yang sakit, otoritas terkait juga mengonfirmasi adanya kabar duka mengenai dua jemaah haji Indonesia yang menghembuskan napas terakhir pada Rabu (6/5/2026). Jemaah yang wafat tersebut diidentifikasi sebagai Akhmad Nurokhman Zaini dari kloter SOC 08 asal Brebes, serta Aman Satim dari kloter JKB 05 asal Tangerang, Banten.
Hingga saat ini, akumulasi jumlah jemaah haji Indonesia yang dinyatakan wafat di Tanah Suci telah mencapai 12 orang. Ichsan menjelaskan bahwa penyebab utama kematian jemaah didominasi oleh masalah kesehatan serius seperti penyumbatan pembuluh darah jantung dan penyakit radang paru-paru.
Pihak penyelenggara haji menyampaikan rasa duka cita yang sangat mendalam atas kepulangan para jemaah tersebut ke hadapan Sang Pencipta. Doa dipanjatkan agar almarhum mendapatkan tempat paling mulia di sisi Allah SWT dan keluarga yang berada di tanah air senantiasa diberikan kekuatan serta ketabahan yang luar biasa.
Kedatangan Gelombang Kedua dan Persiapan Ihram
Proses keberangkatan untuk jemaah haji gelombang kedua secara resmi telah dimulai sejak Rabu (6/5/2026) dengan pendaratan perdana di bandara Jeddah. Kelompok terbang pertama dari gelombang kedua ini berasal dari kloter LOP-12 yang membawa sebanyak 389 jemaah beserta empat orang petugas pendamping.
Sehubungan dengan dimulainya gelombang kedua ini, Ichsan memberikan instruksi khusus kepada para jemaah agar mereka sudah mengenakan pakaian ihram sejak masih berada di embarkasi haji masing-masing. Langkah proaktif ini sangat ditekankan untuk memudahkan proses birokrasi dan kelancaran mobilitas saat para jemaah tiba di Bandara Jeddah untuk langsung menuju Makkah.
Dengan mengenakan ihram lebih awal, jemaah dapat lebih fokus dan efisien dalam menjalankan niat serta persiapan umrah sesampainya di Makkah tanpa terkendala waktu di bandara. Koordinasi terus dilakukan oleh petugas PPIH untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, kenyamanan, dan kebutuhan dasar jemaah haji Indonesia tetap terpenuhi hingga puncak ibadah berakhir.