Muhammad Rafi Faris Fadilah, remaja asal Samarinda, Kalimantan Timur, baru saja menuntaskan petualangan luar biasa selama sepuluh bulan di Alaska, Amerika Serikat. Remaja yang akrab disapa Rey ini membawa pulang segudang cerita unik, mulai dari bergaul dengan suku Indian hingga menyaksikan proses perburuan anjing laut.
Rey merupakan satu dari 48 pelajar Indonesia yang terpilih dalam program pertukaran pelajar Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) periode 2025-2026. Selama hampir setahun, ia berkesempatan menyelami kehidupan masyarakat lokal di salah satu wilayah paling utara di benua Amerika tersebut.
Dari Samarinda yang Terik Menuju Dinginnya Alaska
Penempatan di Juneau, ibu kota Alaska, merupakan kejutan besar bagi Rey yang terbiasa dengan iklim tropis di dekat garis khatulistiwa. Ia menetap bersama keluarga angkat (host family) dan menempuh pendidikan di Juneau Douglas High School selama masa program berlangsung.
Rey menjelaskan bahwa keluarga angkat memilihnya karena ia memiliki minat besar dalam dunia debat yang difasilitasi dengan baik oleh sekolah tersebut. Selain itu, dalam formulir pendaftarannya, ia sempat mengungkapkan impian untuk merasakan pengalaman hidup di daerah bersalju secara langsung.
Pindah dari Samarinda yang panas ke wilayah beku memberikan tantangan fisik yang cukup berat bagi siswa MAN 2 Samarinda ini. Adaptasi suhu menjadi perjuangan utama, mengingat cuaca di sana sering kali merosot hingga di bawah nol derajat Celsius.
Rey menceritakan tantangan suhu ekstrem yang ia hadapi selama di Alaska:
- Adaptasi awal terasa sangat sulit karena perbedaan suhu yang sangat mencolok dengan daerah asalnya.
- Meski berada di wilayah tenggara yang relatif lebih hangat dibanding utara Alaska, suhu tetap sering menyentuh minus 2 hingga 3 derajat Celsius.
Kondisi cuaca yang ekstrem ini tidak menyurutkan semangat Rey untuk tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah dan sosial. Ia justru melihat hal tersebut sebagai bagian dari pengalaman autentik yang tidak mungkin ia dapatkan di Indonesia.
Eksplorasi Budaya dan Interaksi dengan Suku Indian
Salah satu aspek yang paling mengesankan bagi Rey adalah perjumpaannya dengan penduduk asli Amerika atau suku Indian yang populasinya masih cukup banyak di Alaska. Ia berkesempatan mendengar kisah-kisah mereka secara langsung dan terlibat dalam aktivitas tradisional masyarakat setempat.
Ia menceritakan pengalaman menarik saat melihat warga lokal memproses hasil buruan anjing laut serta melakukan teknik filet ikan salmon. Menurutnya, pengalaman tersebut sangat berharga karena sistem pendidikan di sana lebih banyak menitikberatkan pada praktik langsung di lapangan.
Sebagai peserta program pertukaran pelajar, Rey mendapatkan keistimewaan untuk memilih mata pelajaran yang benar-benar ia minati di sekolah. Hal ini membuatnya bisa mengeksplorasi bidang-bidang baru yang mungkin jarang ia temukan dalam kurikulum sekolah reguler di tanah air.
Berikut adalah beberapa pilihan bidang studi yang ditekuni Rey selama bersekolah di Alaska:
- Creative Writing (Menulis Kreatif) untuk mengasah kemampuan literasi dan imajinasi.
- Marine Biology (Biologi Kelautan) yang sangat relevan dengan ekosistem laut di wilayah Alaska.
- Rey dibebaskan dari mata pelajaran wajib seperti Matematika selama setahun penuh demi fokus pada minat utamanya.
Keleluasaan ini memungkinkan Rey untuk belajar dengan lebih antusias karena materi yang dipelajari sesuai dengan kegemarannya. Ia merasa sistem pembelajaran yang berorientasi pada minat atau passion sangat membantu perkembangan akademik dan mentalnya.
Dampak Positif dan Pengembangan Diri melalui Program YES
Selain pengetahuan teknis, Rey merasa kemampuannya dalam berpikir kritis dan berbicara di depan umum meningkat pesat selama menetap di Amerika Serikat. Ia banyak terlibat dalam proyek penelitian di sekolah yang menuntutnya untuk selalu menganalisis informasi secara mendalam.
Kepulangan Rey bersama 47 rekan lainnya menandai berakhirnya periode program YES 2025-2026 yang didanai penuh oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Program beasiswa unggulan ini memang dirancang untuk membangun perspektif global bagi generasi muda Indonesia melalui pengalaman hidup yang mendalam.
Ringkasan manfaat yang diperoleh peserta selama mengikuti program pertukaran pelajar YES:
| Aspek Pengembangan | Bentuk Kegiatan yang Dilakukan |
|---|---|
| Adaptasi Budaya | Tinggal bersama keluarga angkat dan membaur dengan komunitas lokal. |
| Akademik | Belajar di sekolah menengah setempat dengan metode praktik langsung. |
| Soft Skills | Peningkatan kemampuan berpikir kritis dan rasa percaya diri saat public speaking. |
| Perspektif Global | Memahami dinamika kultural mancanegara untuk membangun relasi internasional. |
Melalui program ini, para siswa diharapkan dapat menjadi jembatan budaya antara Indonesia dan Amerika Serikat di masa depan. Pengalaman Rey di Alaska menjadi bukti nyata bagaimana interaksi lintas budaya dapat memperkaya wawasan dan membentuk karakter pemuda yang lebih inklusif.
Kini, setelah kembali ke tanah air, Rey siap membagikan ilmu dan pengalaman berharganya kepada lingkungan sekitar. Petualangannya di tengah salju Alaska kini bertransformasi menjadi modal berharga untuk meniti masa depan yang lebih cerah.