Profil Pendidikan Said Iqbal Penasihat Presiden Terbaru, Lulusan Magister UI yang Banyak Dicari 2026

Profil Pendidikan Said Iqbal Penasihat Presiden Terbaru, Lulusan Magister UI yang Banyak Dicari 2026
Foto: Profil Pendidikan Said Iqbal Penasihat Presiden Terbaru, Lulusan Magister UI yang Banyak Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberikan kepercayaan kepada Said Iqbal untuk mengisi posisi sebagai Penasihat Khusus Presiden di bidang Ketenagakerjaan dan Buruh. Pelantikan tokoh buruh nasional ini berlangsung di Istana Negara pada hari Senin, 8 Juni 2026.

Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 58/P Tahun 2026. Fokus utama dari jabatan ini adalah mengenai penguatan sektor ketenagakerjaan serta peningkatan kesejahteraan para buruh di seluruh Indonesia.

Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama, membacakan rincian pengangkatan tersebut yang disiarkan melalui kanal resmi YouTube Sekretariat Presiden. Said Iqbal secara resmi akan menerima hak keuangan serta fasilitas negara sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Setya Utama menambahkan bahwa keputusan presiden ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan di Jakarta. Berdasarkan dokumen resmi, keputusan tersebut ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto pada awal Juni 2026.

Said Iqbal merupakan figur yang sudah sangat familiar dalam dunia pergerakan dan perjuangan kaum pekerja. Saat ini, ia masih menjabat sebagai Presiden Partai Buruh Indonesia untuk periode tahun 2021 hingga 2026 mendatang.

Dedikasinya terhadap isu ketenagakerjaan juga terlihat dari perannya sebagai anggota Dewan Pengupahan Nasional yang telah ia jalani sejak tahun 2004. Pengalamannya yang panjang ini menjadi modal utama dalam menjalankan tugas barunya di lingkungan istana.

Latar Belakang Pendidikan Said Iqbal

Pria yang lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968 ini memiliki rekam jejak akademik yang cukup impresif di bidang teknik dan ekonomi. Said Iqbal menyelesaikan jenjang pendidikan menengah atas di SMAN 51 Jakarta dan lulus pada tahun 1987.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Said dikenal sebagai siswa yang berprestasi. Ia tercatat pernah menyandang status sebagai juara umum saat menempuh studi di sekolah menengah tersebut.

Setelah lulus sekolah, ia melanjutkan minatnya di bidang teknik dengan menempuh studi D3 Teknik Mesin di Politeknik Universitas Indonesia. Institusi pendidikan tinggi tersebut kini lebih dikenal masyarakat dengan nama Politeknik Negeri Jakarta.

Semangat belajarnya tidak berhenti di sana, karena Said kemudian melanjutkan studi ke jenjang sarjana untuk memperdalam keilmuannya. Ia memilih Jurusan Teknik Mesin di Universitas Jayabaya, Jakarta, untuk meraih gelar sarjana teknik.

Untuk mendukung pemahamannya dalam kebijakan publik dan industri, Said memutuskan untuk mengambil pendidikan magister. Ia berhasil meraih gelar Master Ekonomi dari universitas bergengsi tanah air, yaitu Universitas Indonesia.

Berikut adalah ringkasan riwayat pendidikan formal yang ditempuh oleh Said Iqbal:

  • SMAN 51 Jakarta, lulus pada kisaran tahun 1985 hingga 1988.
  • D3 Teknik Mesin di Politeknik Universitas Indonesia (sekarang Politeknik Negeri Jakarta), lulus tahun 1991.
  • S1 Teknik Mesin di Universitas Jayabaya, Jakarta, lulus pada tahun 1996.
  • S2 Ekonomi di Universitas Indonesia, diselesaikan pada kurun waktu tahun 2003 hingga 2005.

Pendidikan yang beragam antara teknik dan ekonomi ini memberikan perspektif yang luas bagi Said Iqbal dalam memandang isu-isu perburuhan. Kombinasi keahlian teknis dan analisis ekonomi sangat relevan dengan tuntutan pekerja di era industri modern.

Perjalanan Karier dan Aktivisme Buruh

Jejak aktivisme Said Iqbal dimulai sejak awal tahun 1990-an ketika ia mulai bekerja di industri manufaktur. Pada tahun 1992, ia pertama kali terjun sebagai aktivis dengan bergabung di serikat pekerja sebuah perusahaan elektronika di Bekasi.

Setelah era reformasi bergulir, Said bersama rekan-rekan aktivis lainnya menginisiasi berdirinya Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Organisasi ini kemudian menjadi salah satu serikat buruh paling berpengaruh dan solid di Indonesia.

Di dalam struktur organisasi FSPMI, Said Iqbal mengawali perannya sebagai Sekretaris Jenderal sejak tahun 1999 hingga 2006. Kariernya terus menanjak hingga akhirnya ia terpilih untuk menduduki posisi Presiden di organisasi tersebut.

Salah satu pencapaian terbesarnya terjadi saat ia bersama Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) memperjuangkan hak sosial buruh. Melalui tekanan gerakan sosial tersebut, pemerintah akhirnya mewujudkan program Jaminan Kesehatan Nasional serta Jaminan Pensiun.

Kiprah Said Iqbal tidak hanya diakui di level nasional, melainkan juga mendapatkan apresiasi dari dunia internasional. Pada tahun 2013, ia dianugerahi penghargaan Febe Elisabeth Velasquez Award oleh serikat pekerja asal Belanda, FNV, sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia.

Berikut adalah daftar perjalanan karier profesional dan organisasi Said Iqbal:

  • Menjadi Ketua Pimpinan Serikat Pekerja di perusahaan elektronik kawasan Bekasi sejak 1992 hingga 1999.
  • Menjabat sebagai Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) pada periode 2003-2012.
  • Aktif sebagai Anggota Dewan Pengupahan Nasional sejak tahun 2004 hingga saat ini.
  • Menjadi bagian dari Anggota LKS Tripartit Nasional mulai tahun 2004 sampai sekarang.
  • Duduk sebagai Anggota Central Committee di World Metalworkers' Federation (IMF) sejak tahun 2010.
  • Memimpin sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dari tahun 2012 hingga saat ini.
  • Menjabat Wakil Presiden ASEAN Trade Union Council (ATUC) sejak tahun 2016.
  • Menjadi Anggota General Council di International Trade Union Confederation (ITUC) sejak 2017.
  • Resmi menjabat sebagai Presiden Partai Buruh Indonesia dari tahun 2021 hingga sekarang.
  • Bertindak sebagai Delegasi Indonesia dalam Konferensi International Labour Organization (ILO) periode 2021-2024.

Deretan posisi tersebut menunjukkan bahwa Said Iqbal memiliki jaringan yang luas, baik di tingkat lokal, regional ASEAN, maupun global. Pengalaman internasionalnya di ILO dan ITUC diharapkan mampu membawa standar ketenagakerjaan Indonesia ke arah yang lebih baik.

Kini, dengan mengemban jabatan sebagai Penasihat Khusus Presiden, Said Iqbal memiliki tanggung jawab besar untuk menjembatani aspirasi pekerja dengan kebijakan pemerintah. Fokus utamanya tentu tetap pada perlindungan hak-hak buruh dan kesejahteraan pekerja di seluruh nusantara.

Artikel terkait

Rekomendasi