Daftar Rerata Nilai TKA Bahasa Indonesia SD-SMP 2026: DIY Tertinggi dan Banyak Dicari

Daftar Rerata Nilai TKA Bahasa Indonesia SD-SMP 2026: DIY Tertinggi dan Banyak Dicari
Foto: Daftar Rerata Nilai TKA Bahasa Indonesia SD-SMP 2026: DIY Tertinggi dan Banyak Dicari. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM Kemendikdasmen) baru saja mempublikasikan data terbaru mengenai capaian siswa. Laporan tersebut memuat daftar rerata nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Data yang dirilis mencakup jenjang pendidikan SD/MI sederajat serta SMP/MTs sederajat di seluruh provinsi Indonesia. Penilaian ini memberikan gambaran mengenai kompetensi literasi siswa di berbagai daerah.

Ringkasan Capaian Nilai Nasional

Secara nasional, nilai rerata TKA untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia pada jenjang SD tercatat sebesar 60,14. Angka ini menunjukkan standar kemampuan akademik dasar yang diraih oleh siswa sekolah dasar secara kolektif.

Sementara itu, untuk jenjang SMP, angka rerata nasional berada sedikit lebih tinggi, yakni pada poin 60,83. Sebagian besar wilayah di Indonesia terpantau memiliki skor rerata yang bergerak di rentang 50 hingga 60 poin.

Provinsi DI Yogyakarta menempati posisi teratas sebagai daerah dengan rerata nilai tertinggi di Indonesia. Siswa di provinsi tersebut berhasil meraih skor 75,14 untuk jenjang SD dan 73,74 untuk jenjang SMP.

Sebaliknya, skor terendah pada jenjang SD ditemukan di Provinsi Maluku Utara dengan angka rerata 46,41. Untuk jenjang SMP, rerata nilai paling rendah berada di Papua Pegunungan dengan poin sebesar 47,11.

Penjelasan Data dari Pusmendik

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), Rahmawati, memberikan penjelasan penting terkait publikasi data ini kepada masyarakat. Beliau menegaskan bahwa daftar ini tidak disusun untuk membuat pemeringkatan atau ranking antarprovinsi di Indonesia.

Urutan provinsi yang disajikan dalam laporan ini murni berdasarkan kode wilayah yang terdaftar dalam sistem pendataan TKA. Hal ini bertujuan untuk transparansi data pendidikan dan bukan untuk membandingkan kualitas antarwilayah secara subjektif.

Berikut adalah rincian lengkap rerata nilai TKA Bahasa Indonesia untuk jenjang SD dan SMP di setiap provinsi:

Nama Provinsi Rerata Nilai SD Rerata Nilai SMP
DKI Jakarta 71,30 71,32
Jawa Barat 60,22 61,26
Jawa Tengah 65,14 65,95
DI Yogyakarta 75,14 73,74
Jawa Timur 62,74 63,46
Aceh 53,73 52,44
Sumatera Utara 55,72 56,30
Sumatera Barat 63,22 63,19
Riau 60,02 60,70
Jambi 58,30 57,19
Sumatera Selatan 56,50 56,72
Lampung 58,53 57,80
Kalimantan Barat 55,90 58,15
Kalimantan Tengah 59,07 59,44
Kalimantan Selatan 63,94 63,03
Kalimantan Timur 63,71 63,88
Sulawesi Utara 54,40 56,12
Sulawesi Tengah 53,78 54,51
Sulawesi Selatan 56,54 56,73
Sulawesi Tenggara 54,30 54,99
Maluku 50,54 52,45
Bali 64,15 66,35
Nusa Tenggara Barat 54,76 54,03
Nusa Tenggara Timur 49,77 52,47
Papua 51,08 52,45
Bengkulu 59,43 69,17
Maluku Utara 46,41 49,16
Bangka Belitung 64,75 69,24
Gorontalo 53,32 54,21
Banten 58,87 58,76
Kepulauan Riau 66,39 66,52
Sulawesi Barat 50,01 52,13
Papua Barat 50,05 52,89
Kalimantan Utara 62,04 61,70
Papua Selatan 49,44 49,12
Papua Tengah 54,07 54,26
Papua Pegunungan 53,01 47,11
Papua Barat Daya 50,05 53,43
Sekolah Indonesia Luar Negeri 56,31 61,14

Tabel di atas menyajikan angka performa siswa dalam menguasai materi Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar dan menengah. Data ini mencakup 38 provinsi di Indonesia serta hasil kolektif dari Sekolah Indonesia yang berada di luar negeri.

Hasil capaian nilai Bahasa Indonesia pada jenjang SD dan SMP ini diketahui lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai pada jenjang SMA atau SMK. Fenomena ini menarik perhatian pemerhati pendidikan untuk mengkaji lebih dalam penyebab perbedaan performa antarjenjang tersebut.

Informasi yang dirilis oleh Kemendikdasmen ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas literasi. Evaluasi berkala melalui TKA menjadi instrumen penting untuk memetakan tantangan pendidikan di setiap wilayah.

Artikel terkait

Rekomendasi