Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bersinergi dengan Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program pendanaan riset bertajuk MoRA the AIR Funds 2026. Kolaborasi strategis ini membuka kesempatan bagi para peneliti untuk mendapatkan dukungan dana hingga miliaran rupiah.
Pendaftaran program ini masih dibuka dan akan berakhir pada tanggal 24 Juni 2026 mendatang. Program ini menyasar para akademisi dari Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) serta Fakultas Agama Islam (FAI) yang bernaung di bawah perguruan tinggi umum.
Alokasi Dana Riset MoRA the AIR Funds 2026
Setiap judul penelitian yang diajukan memiliki plafon anggaran yang berbeda-beda tergantung pada fokus bidang risetnya. Besaran dana yang ditawarkan mulai dari ratusan juta hingga mencapai angka Rp2 miliar untuk kategori tertentu.
Berikut adalah rincian maksimal dana bantuan riset berdasarkan fokus penelitian yang diajukan:
- Sains dan Teknologi: Maksimal pendanaan sebesar Rp2 miliar per judul penelitian.
- Kesehatan dan Farmasi: Maksimal pendanaan mencapai Rp2 miliar per judul penelitian.
- Sosial Humaniora: Maksimal dana yang dapat diajukan adalah Rp500 juta per judul.
- Ekonomi Kreatif: Maksimal pendanaan sebesar Rp500 juta per judul.
- Pelayanan Keagamaan: Maksimal bantuan dana sebesar Rp500 juta per judul.
- Pendidikan dan Bahasa: Maksimal pendanaan mencapai Rp500 juta per judul.
- Studi Agama: Maksimal alokasi dana sebesar Rp500 juta per judul.
Ketentuan tersebut disusun untuk memastikan setiap disiplin ilmu mendapatkan dukungan finansial yang proporsional sesuai dengan kompleksitas riset yang dilakukan. Peneliti diharapkan dapat mengoptimalkan anggaran tersebut untuk menghasilkan karya inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ketentuan dan Syarat Pendaftaran
Program ini menetapkan persyaratan khusus bagi pihak yang ingin mengajukan diri sebagai pengusul utama maupun anggota tim riset. Syarat ini dibedakan berdasarkan latar belakang institusi asal pendaftar.
Bagi pengusul dari PTK dan FAI di bawah naungan Kemenag, wajib memenuhi kriteria berikut:
- Berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) dengan rekam jejak akademis yang baik.
- Memiliki kualifikasi pendidikan minimal S3 (Doktor) dan jenjang kepangkatan serendah-rendahnya Lektor.
- Mempunyai skor SINTA (Overall) minimal 100 dan hanya diperbolehkan mengajukan satu proposal.
- Tidak sedang menerima bantuan dana riset atau beasiswa lain dari pemerintah yang sifatnya berkelanjutan (ongoing).
Persyaratan tersebut bertujuan untuk menjamin kualitas riset dan memastikan distribusi bantuan dana berjalan secara adil di lingkungan akademisi. Selain dosen, peneliti dari lingkungan Ma'had Aly juga diberikan kesempatan untuk berkontribusi.
Adapun syarat bagi pendaftar yang berasal dari Ma'had Aly adalah sebagai berikut:
- Berstatus WNI dan memiliki kualifikasi akademik minimal lulusan S2 (Magister).
- Menyertakan surat keputusan pengangkatan dosen serta surat rekomendasi resmi dari Mudir Ma'had Aly.
- Karya akademik yang diusulkan harus menggunakan bahasa Arab dan sesuai dengan keilmuan spesifik (takhassus) Ma'had Aly.
- Tidak sedang terikat dengan pendanaan riset serupa dari sumber anggaran pemerintah lainnya.
Syarat khusus penggunaan bahasa Arab bagi peneliti Ma'had Aly menegaskan kekhasan kompetensi yang dimiliki oleh lembaga pendidikan tradisional tersebut. Hal ini diharapkan mampu memperkaya khazanah penelitian keagamaan di Indonesia.
Komposisi Tim dan Tata Cara Pendaftaran
Tim peneliti tidak hanya terbatas pada lingkungan internal Kemenag, namun juga bisa melibatkan kolaborasi lintas sektor. Anggota tim dapat berasal dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), praktisi industri, hingga lembaga riset eksternal lainnya.
Informasi mengenai tata cara pengajuan proposal dapat dilihat dalam ringkasan tabel di bawah ini:
| Kategori Informasi | Keterangan Detail |
|---|---|
| Situs Pendaftaran | https://risprolpdp.kemenkeu.go.id |
| Batas Akhir Pendaftaran | 24 Juni 2026 |
| Sumber Informasi Tambahan | https://bit.ly/informasimoratheairfunds |
| Media Sosial Resmi | Instagram @puspenma.kemenag |
Pihak penyelenggara menekankan bahwa seluruh proses pengusulan dilakukan secara transparan melalui sistem daring yang telah disediakan oleh LPDP. Calon pengusul diminta untuk memeriksa kembali seluruh kelengkapan dokumen sebelum batas waktu penutupan berakhir.
Program MoRA the AIR Funds diharapkan menjadi pemantik bagi lahirnya solusi-solusi praktis dan teoretis atas berbagai isu di Indonesia. Dengan dukungan dana yang besar, kualitas riset nasional diharapkan dapat bersaing di tingkat global.