Pemerintah terus memacu pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di berbagai wilayah Indonesia guna menyambut tahun ajaran baru 2026/2027. Salah satu proyek yang menjadi fokus utama saat ini berlokasi di Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat.
Proses pembangunan fasilitas pendidikan tersebut kini tengah memasuki tahap krusial agar bisa digunakan tepat waktu. Pemerintah menargetkan seluruh sarana dan prasarana di Singkawang ini dapat diselesaikan pada pertengahan tahun ini.
Progres Pembangunan dan Target Penyelesaian
Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, baru-baru ini melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Ia menyampaikan bahwa kemajuan fisik proyek Sekolah Rakyat Singkawang saat ini sudah menyentuh angka 58 persen.
Herzaky menjelaskan bahwa percepatan pembangunan terus dilakukan untuk mengejar target operasional sekolah. Langkah ini diambil agar bangunan sekolah sudah siap digunakan sepenuhnya pada 20 Juni 2026 mendatang.
Ia merasa sangat optimis terhadap target penyelesaian tersebut mengingat ritme kerja di lapangan yang sangat cepat. Rata-rata perkembangan pekerjaan harian tercatat mampu mencapai angka di atas 2,5 persen.
Herzaky juga memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak dan tenaga kerja yang terlibat dalam proyek besar ini. Menurutnya, dedikasi tinggi dari para pekerja menjadi kunci utama dalam mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.
Penambahan Tenaga Kerja dan Fasilitas Lengkap
Demi memastikan target rampung pada Juni nanti, pemerintah mengambil kebijakan untuk menambah jumlah personel di lapangan. Jumlah tenaga kerja yang semula berjumlah 900 orang kini telah ditingkatkan menjadi 1.300 pekerja.
Upaya penambahan personel ini bertujuan agar manfaat Sekolah Rakyat Singkawang bisa segera dirasakan oleh masyarakat setempat. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Sosial, Kemenko Infrastruktur, serta Kementerian Pekerjaan Umum.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebelumnya juga telah meninjau lokasi ini pada Maret lalu. Total anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan institusi pendidikan di Kalimantan Barat ini mencapai kisaran Rp 750 miliar.
Sekolah Rakyat di Singkawang dibangun dengan konsep kompleks pendidikan terpadu yang dilengkapi dengan fasilitas asrama. Nantinya, sekolah ini akan mengintegrasikan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan yang sama.
Rincian fasilitas dan daya tampung Sekolah Rakyat Singkawang adalah sebagai berikut:- Penyediaan ruang kelas modern dan laboratorium untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
- Gedung serbaguna yang luas untuk berbagai kegiatan siswa dan acara sekolah.
- Fasilitas olahraga yang lengkap, mencakup lapangan sepak bola serta lintasan jogging track.
- Daya tampung maksimal mencapai 1.200 siswa yang akan tinggal di lingkungan asrama.
- Dukungan tenaga pengajar berkualitas, wali asuh, serta perangkat pendidikan yang memadai.
Fasilitas ini dirancang sedemikian rupa agar menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi para siswa selama masa pendidikan. Kehadiran wali asuh di dalam asrama juga ditujukan untuk memberikan pendampingan intensif bagi murid di sana.
Mekanisme Seleksi dan Kriteria Siswa
Sekolah Rakyat dirancang secara khusus untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari latar belakang ekonomi kurang mampu. Target utamanya adalah mereka yang berasal dari keluarga dengan status miskin hingga miskin ekstrem.
Berbeda dengan institusi pendidikan pada umumnya, Sekolah Rakyat tidak menerapkan sistem pendaftaran terbuka bagi masyarakat. Pemerintah menggunakan metode seleksi berbasis data yang ketat untuk menjaring calon peserta didik yang paling membutuhkan.
Menteri Sosial sebelumnya, Gus Ipul, menegaskan bahwa penentuan calon murid mengacu sepenuhnya pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Hanya anak-anak yang masuk dalam kategori desil tertentu yang bisa mendapatkan kesempatan ini.
Kriteria utama pemilihan calon murid Sekolah Rakyat meliputi:| Kategori Kelompok | Penjelasan Kriteria |
|---|---|
| Desil 1 | Kelompok keluarga dengan tingkat ekonomi 10% terendah (termiskin). |
| Desil 2 | Kelompok keluarga dengan tingkat ekonomi berada pada rentang 11-20% terendah. |
Data tersebut digunakan sebagai acuan awal untuk menentukan siapa saja yang berhak mendapatkan bantuan pendidikan ini secara cuma-cuma. Hal ini dilakukan agar bantuan pendidikan tepat sasaran bagi keluarga yang benar-benar membutuhkan dukungan.
Verifikasi Lapangan dan Seleksi Administrasi
Setelah data awal dari DTSEN diperoleh, pihak Kementerian Sosial tidak langsung menetapkan status kelolosan siswa tersebut. Tim akan melakukan langkah verifikasi lebih lanjut melalui survei lapangan secara langsung ke rumah masing-masing calon murid.
Proses survei ini bertujuan untuk mencocokkan data yang ada di sistem dengan kondisi nyata di lapangan. Petugas akan memastikan apakah status sosial ekonomi keluarga calon siswa tersebut benar-benar sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
Pihak Kemensos biasanya menurunkan pendamping atau relawan yang bekerja sama dengan dinas sosial di tingkat daerah. Sinergi ini diperlukan untuk memvalidasi kebenaran informasi yang diterima oleh pemerintah pusat sebelum pengumuman akhir.
Jika proses validasi lapangan telah dinyatakan sesuai, maka calon murid tersebut akan dinyatakan lolos dalam tahap seleksi administrasi. Langkah terakhir adalah memastikan kesediaan orang tua dan siswa untuk mengikuti program asrama di Sekolah Rakyat.
Siswa yang telah memberikan pernyataan bersedia akan langsung didaftarkan pada Sekolah Rakyat yang berada di wilayah mereka masing-masing. Program ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan berkualitas bagi anak bangsa.